Kanal

Kirim 4.000 Ribu Ton Batu Penggajawa

POS-KUPANG.COM, ENDE - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Ende mencatat sejak bulan Januari hingga Agustus 2015, sebanyak 4.000 ribu ton batu Penggajawa asal Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende dikirim ke luar daerah.

Ditemui di Ende, Jumat pekan lalu, Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende, Nur Mbulu yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengusahaan Rindo Siprianus mengatakan batu berwarna itu diantarpulaukan ke Surabaya dan Bali oleh para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Nur Mbulu menyebutkan, hingga tahun 2015 tercatat enam pemegang IUP batu Penggajawa yaitu CV Renha Rosari, CV Alam Subur, CV Karunia Abadi, CV Rendo Mando, CV Rahmat Raya dan CV Roventi.

IUP kepada enam rekanan itu telah dikeluarkan beberapa tahun lalu dan belum ada IUP baru yang dikeluarkan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende.

Dijelaskannya, sesuai ketentuan UU No. 23 tahun 2014 segala urusan yang terkait dengan izin usaha pertambangan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kabupaten tidak lagi berwenang mengeluarkan IUP.

"Itu artinya IUP tersebut merupakan IUP lama yang hanya bisa diperbaharui," kata Nur Mbulu.

Nur mengakui batu Penggajawa memberikan kontribusi bagi daerah. Dari target pemasukan untuk PAD Kabupaten Ende tahun 2015 sebesar Rp 300 juta, telah terealisasi Rp 200 juta. "Kami optimis hingga akhir tahun target bisa terealisasi," kata Nur.

Retribusi bagi daerah, kata Nur, dipungut dari para pemegang IUP yang besarnya bervariasi tergantung jumlah batu yang dikirim ke luar daerah.

Nur membenarkan penjualan batu Penggajawa dalam jumlah banyak hanya kepada rekanan pemegang IUP.
Nur mengatakan, batu yang diantarpulaukan masih asli atau gelondongan. Belum berupa olahan.

"Yang kami tahu batu tersebut dikirim ke Surabaya dan Bali sedangkan kelanjutan setelah berada di Bali dan Surabaya kami tidak pernah monitor. Kalau kami di dinas belum pernah mengirim sendiri ke luar daerah apalagi ke luar negeri," kata Nur.

Untuk tetap menjaga kelestarian batu Penggajawa, Dinas Pertambangan Kabupaten Ende terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menggali namun hanya memungut.

"Jadi tidak dibenarkan kalau ada yang menggali. Masyarakat hanya dibolehkan memungut batu yang berada di atas pasir," demikian Nur Mbulu.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer