Kanal

Kami Saling Percaya

POS-KUPANG.COM, ENDE -- Selaku pemegang IUP batu Penggajawa di Desa Ondorea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Simplius Sani yang bergerak di bawah bendera CV Renha Rosari melibatkan 400 orang pekerja.

Saat ditemui Pos Kupang, Sabtu (29/8/2015), Simpli mengatakan dirinya mendapatkan IUP dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende sejak 10 tahun lalu. Luas area untuk IUP yang dimilikinya sekitar 3 hektar.

Bermodalkan IUP tersebut, Simpli berhak mengumpulkan atau membeli batu secara langsung dari warga setempat. Mekanismenya sebagai berikut. Warga mengumpulkan batu di sepanjang pantai lalu dikumpulkan di pinggir jalan negara di desa itu.

Batu diberi tanda khusus dengan nama dari masing-masing pengumpul. Ketika kumpulan sudah banyak, Simpli akan mengutus stafnya untuk menimbang batu-batu tersebut.

Hal yang unik dari proses penimbangan batu, kata Simpli, para pemilik batu jarang bahkan tidak berada di lokasi penimbangan. Para pengumpul batu percaya penuh kepada pembeli pemilik IUP. Para pengumpul baru hadir ketika terjadi proses pembayaran beberapa hari kemudian.

"Memang terdengar unik karena di mana-mana yang namanya jual beli harus dihadiri pembeli dan penjual," katanya.

Meskipun pengumpul batu tidak pernah berada di lokasi penimbangan, lanjut Simpli, sejauh ini tidak ada komplain dari mereka soal selisih jumlah batu.

"Kami sudah saling percaya. Penjual tahu berapa jumlah batu yang mereka kumpul dan ketika dilakukan pembayaran tidak ada selisih soal harga," katanya.

Simpli mengatakan sebagai pembeli yang sudah dipercaya pemerintah dan masyarakat, dia tidak mau mengecewakan para pengumpul yang sudah peras keringat selama berhari-hari. "Soal rejeki pasti akan datang yang terpenting kita harus kerja jujur," ujarnya.

Simpli mengatakan, sebanyak 400 pekerja telah berkomitmen untuk menjual batu yang mereka kumpul hanya kepada diriya bukan kepada rekanan lain yang juga pemegang IUP batu Penggajawa.

"Kalau jual satu atau dua karung kepada para pembeli eceran itu tidak masalah," kata Simpli.

Batu Penggajawa, kata Simpli, selanjutnya diantarpulaukan ke Surabaya. "Ketika ada pesanan dari Surabaya maka kami segera turun ke lokasi untuk membeli batu dari masyarakat. Jadi proses pembelian batu sangat tergantung dari pemesanan. Bisa dua minggu sekali atau seminggu sekali," kata Simpli.

Selain batu Penggajawa berwarna hijau yang menjadi ikon, pihaknya juga membeli batu dengan warna lain yakni kuning dan coklat. Harga batu warna kuning dan coklat memang agak murah yakni Rp 450.000 per kilogram sedangkan untuk yang warna hijau Rp 500.000 per kilogram.

Batu yang dikirim dari Ende ke Surabaya, kata Simpli, biasanya dalam bentuk gelondongan. Di Surabaya batu tersebut selain jadi hiasan taman atau aneka suvenir juga untuk kebutuhan industri lainnya.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer