Kanal

Ikon Wisata Kuliner

Andreas Kedang, kadis Pariwisata Flotim - PK/IVA

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur (Flotim), Drs. Andreas Ratu Kedang, mengaku hingga kini belum ditemukan cara titi jagung yang lebih modern.

Masyarakat Flotim masih menggunakan cara tradisional, yakni jagung dititi pakai (dua) batu lempeng (satu ukuran kecil untuk titi dan satunya ukuran sedang/besar untuk simpan jagung saat dititi).

Kedang mendengar informasi bahwa biji jagung sempat diolah menggunakan alat-alat canggih seperti pres jagung, namun sekarang informasi itu sudah tidak lagi terdengar.

"Ada informasi bahwa di Kupang, jagung titi sempat diolah menggunakan alat pres dan bentuknya seperti emping melinjo, tapi pengolahan dengan cara itu sekarang tidak terdengar. Yang paling populer dari dulu hingga sekarang adalah dengan cara dititi, dan itu sangat mudah dilakukan," katanya.

Andreas menjelaskan, jagung titi di Flotim dijual masih dengan cara tradisional. "Ketika kita kembangkan dengan cara yang agak profesional dengan menggoreng pakai minyak goreng atau mentega, penyimpanannya tidak bertahan lama," ujar Kedang.

Ia mengatakan, saat ini sedang mencari cara yang tepat untuk memroses jagung titi agar bisa bertahan lama. Karena selama ini, lanjutnya, kalau jagung titi yang sudah digoreng dan disimpan lama, kadang menimbulkan bau pengab.

"Karena itu, kami sedang mencari cara dan ini sudah masuk lintas sektoral," ujarnya.

Kedang menjelaskan, saat ini jagung titi sangat diminati wisatawan domestik dan mancanegara sebagai salah satu jenis makanan ringan yang menggoda selera. Para wisatawan merasa belum lengkap menikmati keindahan panorama alam laut dan obyek wisata lainnya di Flotim, jika belum mengantongi jagung titi untuk menemani makan mereka selama berwisata di wilayah itu.

Kedang pernah memrogramkan cara membuat jagung titi di Taman Kota Larantuka agar bisa menjadi salah satu ikon wisata kuliner. Cara pembuatan jagung titi itu secara tradisional dan menggunakan kayu, batu dan api. Namun karena kesulitan mendapatkan bahan, maka program itu tidak berjalan baik.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer