Kanal

Polres Ende Tangani Kasus Tanah Negara

ENDE, POS KUPANG.COM-- Penyidik Polres Ende memeriksa empatĀ  saksi dugaan manipulasi dokumen tanah negara di Jalan Kemakmuran No 27, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, yang diduga dilakukan Irnawati Ibrahim atas laporan Krisostomorus, D.S.

Kapolres Ende, AKBP Johanes Bangun mengatakan hal itu melalui Kanit Pidum Satuan Reskrim Polres Ende, Anselmus Leza, kepada Pos Kupang, Selasa (23/6/2015).

Leza menjelaskan, empat orang saksi yang diperiksa polisi dalam kaitan kasus tersebut, yakni Achmad Suwety, Hasan Aidit Rodja, Yohanes Krisostomorus dan Ernawati Ibrahim

Leza menjelaskan, sesuai laporan yang diterima polisi dari pelapor Krisostomorus, D.S maupun hasil pengembangan penyidikan dari keterangan para saksi terungkap bahwa lokasi tanah yang ada di Jalan Kemakmuran No 27, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, memang tanah negara yang ditempati Ernawati Ibrahim.

Namun di atas tanah negara tersebut berdiri sebuah bangunan rumah yang dilelang oleh negara pada 14 Agustus 2003. Saat itu yang berhasil keluar sebagai pemenang lelang adalah Ibrahim Suwety.

"Ibrahim hanya berhak atas rumah karena dia keluar sebagai pemenang lelang, sedangkan tanah tetap menjadi tanah negara," katanya.

Ibrahim yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Ernawati dari istrinya mengizinkan Ernawati menempati rumah hasil lelang.

Namun yang bersangkutan justru mengurusi sertifkat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersamaan dengan tanah. Istri dari Ibrahim yang mengetahui hal itu memberitau kepada suaminya.

Sementara Krisostomorus yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut karena menurutnya tanah tersebut merupakan warisan melaporkan dugaan manipulasi dokumen tanah itu ke polisi.

Polisi yang menerima laporan kemudian memeriksa empat orang yang dianggap mengetahui kasus tanah tersebut. Namun semuanya masih dalam kapasitas sebagai saksi.

Selain empat orang saksi, polisi juga memeriksa pegawai BPN Kabupaten Ende serta pejabat Pemkab Ende karena tanah tersebut merupakan tanah negara yang hanya dipakai oleh warga dengan status hak pakai bukan hak milik.

Menurut Leza, kasus tersebut cukup pelik karena telah bermasalah sejak beberapa tahun lalu yang ditandai saling klaim antara warga.

Editor: Kanis Jehola

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Berita Populer