Kanal

Seusai Minum Moke Rampok HP

Ilustrasi - Ist

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -- Polisi membekuk tiga dari empat warga Sikka yang merampok handphone (HP) milik Fauzan yang sedang berlatih sepeda motor di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Sabtu (13/6/2015) malam.

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir itu merampok seusai minum dua botol moke lalu dicokok polisi di lokasi bekas Pasar Geliting, Minggu (14/6/2015).

Para pelaku ditangkap aparat Buser Polres Sikka, dipimpin Kasat Reskrim, AKP Hendri Sianipar. Sebelum dibekuk, korban menelepon perampok untuk mengantar kembali HP yang dirampok. Para pelaku menyangggupinya dengan meminta uang tebusan Rp 100 ribu. Pelakupun meminta korban mengambil sendiri HP itu di Geliting.

Korban lalu bersama polisi mengambil HP tersebut di Geliting dan langsung meringkus tiga dari empat pelaku tersebut. Kini, tiga pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Sikka.

Data yang dihimpun di Mapolres Sikka, Minggu (14/6/2015) sore, menyebutkan, tiga dari empat pelaku yang ditangkap itu, yakni Heribertus Hendra alias Hendra (30), warga Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante; Yohanes Edemtus alias Us alias Acak (25), warga Desa Geliting, Kecamatan Kewapante; dan Yohanes Mansyur alias Syur (25), warga Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kewapante. Ketiga pelaku berprofesi sebagai sopir. Satu pelaku lainnya bernama Sintus, berprofesi sebagai tukang ojek masih diburu polisi.

Ketiga pelaku mengakui perbuatannya dan mengungkapkan kalau mereka beraksi di Lapangan Umum Kota Baru seusai meneguk moke di Lokaria, Desa Habi, Kecamatan Kangae.

"Kami kumpul di Lokaria lalu minum moke dua botol. Setelah itu, kami ke lapangan umum. Sampai di sana kami tegur orang yang sedang latihan motor lalu kami minta HP-nya. Kami tidak rampok tapi mau tegur karena yang bawa motor mabuk," kata Hendra di Mapolres Sikka.

Fauzan (24), warga Kelurahan Waioti yang menjadi korban perampokan bersama Asmawati, warga Beru yang adalah teman wanitanya, di Mapolres Sikka, Minggu (14/6/2015) sore, menjelaskan, malam itu ia sedang melatih Asmawati naik sepeda motor di lapangan umum.

"Kami belum putar motor satu putaran, tiba-tiba ada empat pria yang mabuk mengendarai satu motor hadang kami. Mereka bilang ke kami 'Kamu Anak Mana'. Saya jawab anak Waioti. Mereka tanya lagi 'Berarti kamu kenal Iduk dan Kristian. Saya bilang tidak kenal. Mereka bilang lagi, 'Berarti Kamu Geng'. Selesai omong, salah satu dari mereka merampok tas saya berisi dua HP. Mereka sempat minta uang tapi saya bilang uang tidak ada," kata Fauzan.

"Saya kenal satu dari empat pelaku. Pelaku yang saya kenal itu pakai baju merah karena sering saya lihat dia bawa mobil," kata Fauzan.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer