Kanal

Dulu Niko Dielus-elus Sekarang Dimaki-maki

DIPERIKSA--Penyidik Ditreskrimsus Polda NTT, Aiptu Jhon Blegur, memeriksa tersangka Niko Ladi (membelakangi lensa) di Markas Polda NTT, Minggu (15/3/2015) sore. - ist

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Dalam rapat bersama Muspida dan Forum Perjuangan Hak Nasabah (FPHN) Mitra Tiara di Balai Gelekat Lewotana, Kamis (5/3/2015), Bupati Flores Timur (Flotim), Yoseph Lagadoni Herin (Yosni), mengatakan, dulu Niko Ladi dianggap dewa penyelamat, bahkan Niko Ladi dielus-elus. Tetapi sekarang, Niko Ladi dimaki-maki, bahkan dikatakan penjahat.

"Padahal sejak awal menjabat bersama Wakil Bupati, Valens S Tukan, saya sudah wanti-wanti agar jangan simpan uang di lembaga yang tidak jelas, tapi tidak ada yang menggubris. Karena ketika itu di tahun 2011, Mitra Tiara lagi jaya-jayanya. Dan, ketika saya katakan, hati-hati dalam berinvestasi. Apa reaksi masyarakat saat itu, LKF Mitra Tiara adalah dewa penyelamat. Niko Ladi adalah malekat penolong. Hari ini, forum mengatakan Niko Ladi adalah penjahat." kata Yosni

Yosni menyampaikan bahwa dalam banyak kesempatan, ia dan Wakil Bupati Flotim, Valens, selalu mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar hati-hati dalam berinvestasi, termasuk dalam forum yang sangat besar di PPI Amagarapati, pada puncak peringatan Hari Koperasi tahun 2012.

Alasan Keamanan
Pemeriksaan Niko Ladi oleh penyidik Polres Flores Timur (Flotim) di Polda NTT, Minggu (15/3/2015), untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) Niko Ladi sendiri yang sudah dibuat sebelumnya di Polres Flotim bersama tiga narapidana lainnya yang kini ditahan di Rutan Larantuka.

Ketiga narapidana karyawan LKF Mitra Tiara itu, yakni Fransiska Somi Bire, Mikcahel Hegong, dan Petrus Hurint. Mereka divonis 13 tahun penjara potong masa tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Larantuka, Rabu (18/2/2015).

Ketiganya juga diwajibkan membayar ganti rugi Rp 10 miliar. Jika tidak dapat membayar kerugian negara, para terdakwa menggantinya dengan menjalani pidana penjara selama enam bulan dan membayar biaya administrasi Rp 5.000.

Kapolres Flotim, AKBP Dewa Putu Gede Artha, S.H, yang dihubungi melalui Kasubag Humas Polres Flotim, Erna Romakia, Minggu (15/3/2015) mengatakan, pemeriksaan tersangka Niko Ladi, dilakukan di Mapolda NTT dengan alasan keamanan.

"Dua anggota penyidik saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap tersangka Niko Ladi. Niko kini sudah ditahan dan sedang menjalani proses hukum. Ia ditahan di Mapolda NTT dan diperiksa juga di Mapolda NTT dengan alasan keamanan. Niko belum dibawa ke Polres Flotim sambil menunggu situasi kondusif," ujar Erna.

Erna menjelaskan, Niko Ladi ditangkap oleh Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Antonius Mengga, bersama Brigpol Maksimus Banase dan Brigpol Amalibu, dibantu dua anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), yakni Kompol Lino, dan seorang rekannya di BNN.

"Saat ditangkap anggota polisi, Direktur LKF Mitra Tiara, Niko Ladi, tidak melakukan perlawanan. Ia ditangkap pada Sabtu (14/3/2015) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. Penangkapan berjalan mulus dan polisi menyita barang bukti satu mobil Avansa nomor polisi AG 1590 VI. Juga dokumen yang diduga berkaitan dengan Mitra Tiara. Saat ditangkap, Niko dalam keadaan sehat," jelas Erna.

Ditanya apkah ada uang disita atau dokumen itu termasuk buku bank, Erna mengaku belum mengetahui karena proses penyidikan sedang berjalan. Mengenai Niko memiliki istri simpanan di Purwakarta, Erna mengatakan, tidak tahu. Saat ditangkap, lanjutnya, Niko mengontrak rumah sendiri tanpa ada penghuni lain dan memiliki satu mobil avansa.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer