Kanal

Polisi: Kerugian Sementara Kebakaran Kapal di Larantuka Rp 1,8 Miliar

Kapal pembawa BBM terbakar di Pelabuhan Larantuka - POS KUPANG/SARIFAH SIFAT

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur (Flotim) memperkirakan kerugian akibat terbakarnya kapal penampung bahan bakar minyak (BBM) Kapal Hikam 2 milik M Nasir Amirudin, warga Lembata, satu tangki milik PT Pertamina beserta BBM dan satu kapal ikan Armada 3A milik perusahaan Mitra Mas di Pelabuhan Larantuka, Sabtu (21/2/2015), mencapai Rp 1,8 miliar.

"Taksiran kerugian sementara Rp 1,8 miliar lebih. Kerugian itu dihitung dari harga satu kapal penampung BBM, kapal nelayan milik Mitra Mas, satu tangki milik Pertamina beserta BBM seperti solar lima ton, premium 15 ton dan minyak tanah lima ton yang sudah diisi dalam palka kapal, termasuk tersisa di tangki BBM," jelas Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha, S.H, melalui Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Erna Romakia, di Larantuka, Minggu (22/2/2015).

Ia mengatakan, penyelidikan masih dilakukan polisi dengan memanggil saksi, antara lain Lukas Wungubelen alias Kasli, sopir mobil tangki dan Aloysius K alias Kei, sebagai bas di Kapal Hikam 2.

"Kasli dalam keterangan menyampaikan bahwa saat kejadian ia sedang disuruh Kapten Kapal, Gole, yang tewas dalam kebakaran kapal tersebut, untuk membeli pompa di toko. Sopir tangki Kei, duduk di depan mobil tangki karena di luar cuaca sangat panas. Keterangan keduanya belum ditemukan indikasi pidana. Kami masih melakukan penyelidikan beberapa saksi," kata Erna.

Ia menyatakan, untuk mengetahui penyebab terbakarnya kapal dan mobil tangki, Polres Flotim juga sudah meminta tim forensik Polda Bali di Denpasar untuk mengambil data di tempat kejadian perkara dan selanjutnya membawa ke Denpasar untuk uji lab.

"Kalau tidak ada halangan, hari ini, Minggu (22/2/2015), tim forensik terbang ke Flotim. Kita akan tahu hasilnya lebih jelas kalau tim forensik sudah melakukan uji lab," ujar Erna.

Baru Beroperasi
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Syahbandar Larantuka, Sailudin Magung, yang ditemui di Pelabuhan Larantuka, Minggu (22/2/2015), menjelaskan, KM Hikam 2 sebelum beroperasi sudah diukur, memiliki alat pemadam dan dinyatakan layak beroperasi.

Dan, lanjut Sailudin, KM Hikam 2 baru beroperasi pada tanggal 9 Februari 2015 atau baru 12 hari mengambil BBM. "Sebelumnya pemilik Kapal Hikam 2 memiliki Kapal Hikam. Namun, tahun 2014 kapal itu tenggelam di Selat Watowoko. Dan, ini kapal kedua. Kapal baru dibeli dan baru beroperasi 9 Februari 2015 atau sekitar empat kali mengambil BBM di Larantuka. Kami belum tahu penyebab kebakaran," kata Sailudin.

Dikatakannya, Kapal Hikam 2, dengan bobot 70 GT, rencana muat BBM pada Sabtu (21/2/2015), hanya bensin 25 ton.

"Bensin 25 ton sudah muat dan rencananya berangkat ke Lembata, tapi tiba-tiba terjadi bencana. Kejadiannya terlalu cepat sehingga kami tidak tahu asal muasal api," ujar Sailudin.

Ditanya soal uji kelayakan palka penampung BBM, Sailudin menjelaskan, tempat pengangkut BBM, Sabadar, tidak melakukan uji kelayakan.

Diberitakan sebelumnya, satu kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dengan nama lambung Kapal Hikam, satu mobil tangki BBM milik Pertamina dan satu kapal ikan, Sabtu (21/2/2015) sekitar pukul 13.30 Wita, meledak dan terbakar di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur.

Kapal pengangkut BBM, mobil tangki BBM dan kapal ikan terbakar saat sedang mengisi BBM. Dua orang anak buah kapal pengangkut BBM tewas, satu luka berat dan satu luka ringan.

Dua korban tewas, yakni Kapten Kapal Hikam, Abdurahman Gole Lamuda (43), warga Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur; Paulus Fernandez Aikoli (37/kernek mobil tangki), warga Balela, Kecamatan Larantuka dan satu orang luka berat, Rahman Sukur (anak buah kapal/ABK), warga Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur dan Muhammad Basyir (ABK kapal ikan) luka ringan.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer