Kanal

Jeffrey Jap: Inilah Mimpi-mimpi Saya

KETUA STIKES CHMK--Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Citra Husada Mandiri Kupang (CHMK), drg. Jeffrey Jap, M.Kes (berdiri kedua dari kanan) bersama para dosen setempat. - istimewa

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Selain pendidikan akademik, segenap civitas akademika STIKES CHMK juga diberikan sejumlah nilai-nilai luhur agar bisa memiliki sifat dan karakter yang berkualitas.

Pertama, cerdas, kritis, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Iptek dan reflektif. 

Kedua, tangguh, bersih, sehat, disiplin, sportif, handal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria dan gigih.

Ketiga, peduli, ramah, santun, rapi, nyaman, saling menghargai, toleran, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, dinamis dan beretos kerja.

Keempat, jujur, beriman, adil, bertanggung jawab, berempati, pantang menyerah, rela berkorban dan berjiwa patiorik. Nilai luhur itu dapat terwujud dengan melakukan olah pikir, olah raga, olah rasa/karsa dan olah hati.

Demikian penjelasan Ketua Stikes CHMK, drg. Jeffrey Jap, M.Kes, mengenai keunggulan Kampus STIKES CHMK, kepada Pos Kupang saat ditemui di kampus setempat, Rabu (16/7/2014) pagi.  

Jeffrey mencontohkan, dalam berbagai kesempatan, para mahasiswa/i  sering diwajibkan terlibat dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti untuk bisa menumbuhkan semangat dan jiwa gotong royong. Hal ini sekaligus bisa menumbuhkan jiwa peduli, yakni peduli terhadap diri sendiri dan peduli terhadap sesama.

"Dengan 'mengantongi' nilai-nilai luhur itu, maka dipastikan setiap output STIKES CHMK akan bisa menjadi perawat, ners dan bidan yang lebih berkarakter dan profesional serta sejatinya. Mereka harus lebih berkualitas daripada yang lainnya. Itulah mimpi saya," kata drg. Jeffrey.

Dan, selama beroperasi enam tahun, STIKES CHMK  telah menghasilkan 325 tenaga perawat dan bidan.

"Saya mau katakan bahwa bagi STIKSE CHMK, bukan kuantitas dan IPK tinggi yang menjadi tolok ukuran keberhasilan, namun kualitaslah yang akan menjadi penentu. Bagaimana perawat dan bidan lulusan STIKES CHMK itu bisa mengabdikan dirinya di masyarakat, itu yang menjadi pertaruhan kami. Harapannya, ouput STIKES CHMK tidak hanya unggul dalam bidang akademik tapi juga unggul dalam karakternya," kata drg. Jeffrey. 

Lulusan STIKES CHMK sudah bekerja dan tersebar di beberapa wilayah di NTT. Bahkan saat ini ada lima sarjana keperawatan angkatan pertama yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi untuk menjadi tenaga kerja di Jepang. Mereka tinggal mengikuti beberapa tes  lagi seperti psikotes dan wawancara.

"Saya berharap mereka bisa lulus. Hal ini menjadi salah satu bukti lagi bahwa output tenaga keperawatan dan kebidanan dari STIKES CHMK merupakan tenaga yang berkualitas, profesional dan sejatinya," kata drg. Jeffrey.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer