Kanal

Hidup Harus Terus Berjalan

"Banyak pengalaman yang saya dapat di Yayasan Flobamora dan kini saya sudah membentuk LSM Perjuangan Kota Kupang," kata Wilhelmus.

Wilhelmus mengaku semula sulit merangkul ODHA/OHIDA, apalagi para PSK, penderita TBC juga masyarakat biasa yang mau diajak sukarela bekerja menanggulangi HIV/AIDS.

"Saya datangi mereka dari rumah ke rumah, menyakinkan mereka agar bergabung dengan LSM Perjuangan guna melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi. Tujuan kami hanya satu yakni bagaimana orang-orang yang rentan atau telah terinfeksi virus HIV/AIDS seperti ODHA/ OHIDA dan juga penderita TBC itu mau terus meningkatkan kualitas diri dan ekonomi keluarga melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi.Tujuan lain, bagaimana kami mengajak masyarakat umum bisa turut ambil bagian dalam menanggulangi HIV/AIDS di wilayahnya," kata Wilhelmus.

Beruntung beberapa lama kemudian KPAD Kota Kupang memberikan modal awal sebesar Rp 10 juta untuk program pemberdayaan ekonomi. Bantuan itu dimanfaatkan oleh Wilhelmus dkk untuk memulai kegiatan memelihara ikan lele, bawel dan nila pada empat kolam; berternak babi (20 ekor), serta membuat minyak obat VCO.

"Dengan bantuan dana Rp 10 juta dan swadaya anggota, kini usaha pemberdayaan ekonomi itu terus berjalan. Hasil penjualan produk dan hasil penjualan ternak dimanfaatkan kembali oleh anggota mengembangkan usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga," kata Wilhelmus.

Bahkan kini melalui swadaya anggota, mereka sedang mendirikan sebuah rumah dengan empat kamar tidur yang akan diperuntukan bagi ODHA/OHIDA dari daerah lain yang akan berobat di Kupang. Namun pembangunannya belum selesai karena terkendala dana.

"Lahan usaha kami diberikan oleh Pak Fredi Ndapatady dan Tris Hayon. Semoga pembangunan rumah singgah bisa cepat selesai agar ODHA/ OHIDA dari daerah lain yang akan berobat di Kupang bisa menggunakannya selama berobat. Ada kendala dana tapi kami tidak mau jadi pengemis minta sana minta sini," kata Wilhelmus.

Selain melakukan pemberdayaan ekonomi, Komunitas Perjuangan juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah seperti pameran dan pawai. Bahkan bersama KPAD Kota Kupang dan LSM terkait lainnya, Komunitas Perjuangan ini sering mengunjungi kelompok dampingan untuk mensosialisasikan penanggulangan HIV/AIDS.  

Meski mereka adalah orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS, menderita TBC, atau PSK hingga mantan PSK, namun setiap mereka tidak minder untuk tampil di muka umum. Bahkan dengan mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi di LSM Perjuangan itu, setiap mereka memiliki semangat untuk bekerja meningkatkan perkonomian guna menjalani kehidupan selanjutnya.  

"Hidup harus terus berjalan dan dijalani dengan penuh semangat dan harapan bahwa ada sejumlah kesempatan yang bisa membuat hidup kita menjadi lebih berarti bagi diri sendiri, keluarga dan sesama," kata Wilhelmus.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

Pengantin Pria di Kintamani Dihajar dan Ditodong Pisau oleh Teman yang Tersinggung di Acara Resepsi

Berita Populer