Kanal

Hidup Harus Terus Berjalan

POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Hampir setiap hari puluhan laki-laki, perempuan yang berusia remaja, dewasa berkumpul bersama untuk melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan ekonomi.

Ada yang membersihkan kolam ikan di halaman rumah Fredy Ndapatady kemudian memberi makan ikan lele, bawel dan nila.

Ada juga yang memasak kelapa untuk mengolahnya menjadi minyak VCO yang berfungsi sebagai obat untuk mengobati berbagai penyakit. Mereka melakukan semua aktifitas itu di kolam itu di rumah Fredy Ndapatady di Jalan Amabi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa-Kota Kupang.

Sementara tak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di Jalan Sukun ada lagi sekelompok orang yang juga sibuk membersihkan kandang babi sekaligus memberikan makanan 20-an ternak babi.

Tak jauh dari kandang ternak babi itu, ada lagi sekelompok orang yang sedang mengerjakan pembangunan rumah singgah dengan empat unit kamar seperti kos-kosan. Lahan tempat pembangunan kadang babi dan rumah singgah itu adalah lahan milik Tris Hayon di Jalan Sukun, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Penyelesaian rumah semi permanen itu baru sekitar 80 persen. Semua bergotong royong mengerjakan bagian masing-masing. Sesekali terdengar canda tawa keluar dari bibir mereka, ada lagi yang bercerita soal pengalaman hingga membagi 'ilmu'.

Siapa sangka mereka itu merupakan anggota berbagai komunitas yang terdiri dari orang yang terinveksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau virus yang melemahkan kekebalan tubuh manusia dan atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Atau yang dikenal dengan nama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), orang yang hidup dengan HIV/AIDS (OHIDA).

Juga ada komunitas pekerja seks komersial (PSK), mantan PSK. Ada lagi sejumlah ibu rumah tangga dan masyarakat biasa dan pegawai negeri sipil (PNS) yang peduli terhadap penanggulangan HIV/AIDS di Kota Kupang. Mereka yang berjumlah sekitar 1.746 orang itu tergabung dalam wadah LSM Perjuangan Kota Kupang yang baru dibentuk sejak tanggal 14 Februari 2013 lalu.

Ketua LSM Perjuangan Kota Kupang, Wilhelmus Eduard Lisnahan, ditemani pengurus dan anggotanya di antaranya Wilibrodus Lei Kono (Sekretaris), Piter Ratu Wewo (Kordinator Kelompok Dukungan Sebaya), Adel Liwe (aktivis), Adi Lamuri (Pengurus KPAD Kota Kupang), menceritakan kiprah perjuangan mereka selama setahun terakhir ini.  

Wilhemus yang biasa disapa Om Emu itu adalah seorang penderita AIDS sejak tahun 2010. Dan, selama itu Emu bekerja sebagai aktivis di Yayasan Flobamora yang juga bergerak di bidang pendampingan terhadap ODHA. Kemudian Emu membentuk wadah sendiri untuk kelompok dampingan.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang Cetak

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer