Kanal

Komunitas SMAK Sint Carolus Siap Menjadi Pemimpin

Siswa SMAK Sint Carolus bersemangat menuju lokasi LKTD - Ist

POS KUPANG.COM -- Menjadi pemimpin adalah impian. Namun hanya orang- orang terpilih saja yang bisa menggapainya. Tapi, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memilih dan dipilih menjadi pemimpin, mulai dari tingkat paling kecil hingga yang lebih tinggi.

Hal ini pula yang mendasari para siswa, yang juga komunitas SMAK Sint Carolus Penfui Kupang. Menyadari itu, sekitar 60 orang siswa sekolah ini mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) Osis tingkat SMA. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Wisma SVD Oehau-Tilong, Kabupaten Kupang, ini menjadi kawah chandra di muka untuk menempah calon pemimpin.  

Selama tiga hari (Jumat 31/1- Minggu 2/2/2014), para siswa-siswi ini mendapat materi tentang kepemimpinan dan pelajaran-pelajaran yang bisa membentuk mental sebagai sosok yang bisa memimpin.

Menurut pembina OSIS SMAK Sint Carolus, John Tubani, S.Pd, latihan kepemimpinan ini diibaratkan sebagai motor penggerak yang mampu menggerakkan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan suatu dalam mencapai tujuan organisasi.

"Kepemimpinan meliputi berbagai dimensi dan berfungsi sebagai salah satu piranti penggerak, motor atau motivator sumber daya yang ada di dalam organisasi, sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan organisasi dalam mencapai tujuan," jelasnya.

Menurut John, demikian halnya dengan kepengurusan OSIS yang berperan sebagai salah satu jalur pembinaan siswa, harus mampu mewujudkan tugas pokok dan fungsinya. Kemauan dan kemampuan para pelaku kepimpinan OSIS hanya dapat berperan sebaik-baiknya apabila secara teratur dan kesinambungan dilaksanakan pembinaan dan pengembangan bagi para pelaku kepemimpinan tersebut.

"Kegiatan ini juga sebagai pembinaan generasi muda yang difokuskan pada kompetensi individu," jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari guru-guru dan unsur pimpinan di sekolah itu yang diwujudkan dalam bentuk kehadiran mereka saat kegiatan berlangsung. Mereka yang hadir adalah hampir sebagian besar guru-guru di sekolah ini, termasuk Kepala SMAK Sint Carolus, Drs. Aleksander Due.

Dalam sambutannya, Aleksander Due menyebut tujuan pelatihan kepemimpinan antara lain meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan, meningkatkan kemampuan berorganinsasi dan kesadaran berbudaya sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik dalam pengelolaan sebuah organisasi yang baik dan terarah.

Tampil sebagai sebagai pemateri adalah Lamber Kaha dari kalangan akademisi, Sekjen PMKRI, Bonefasius Jehadin, dan Kabid Jurnalistik PMKRI, Melkior Igo Making, sebagai delegasi OKP tingkat nasional mengupas materi public speaking.

Bakti Sosial
Kegiatan ini bukan saja berada dalam kelas. Para peserta juga diajak melakukan aktivitas dalam bentuk interaksi sosial baik dengan sesama peserta maupun dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut, antara lain peserta LKTD menggelar  kegiatan bakti sosial dan rekreasi di Bendungan Tilong. Selain itu, peserta juga berpartisipasi dalam perayaan ekaristi dalam bentuk menanggung koor di Gereja katolik Tarus pada misa  hari Minggu.

"Hal ini dilakukan agar peserta LKTD tidak jenuh di lokasi kegiatan. Selain itu juga untuk meningkatkan kecintaan dan rasa syukur para peserta pada alam semesta dan berupaya mempertebal iman kepada Tuhan yang diimaninya," jelas John Tubani. (alf)

Penulis: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer