Kanal

PUISI-PUISI BENYAMIN MADUR RUIS

Bingkisan Natal

Malam itu kau menjanjikan sesuatu kepada bulan
Matahari merasa iri akan janjimu
Senja pun merasa layu akan kebahagiaan bulan
Cukup sudah kau membawa penderitaan bagi mereka

Berikan bingkisan itu pada merahnya api
Biarkan bungkusan itu menandakan akan adanya kehidupan
Iriskan rasa itu bahwa hanya kau miliku
Miliku sampai pada runtuhnya bumi

Ku tahu hanya malam ini yang bisa jadi saksi
Pada rintihnya hujan dan tangisan bayi mungil
Mengejutkan waktu dan hanya kau dan aku yang tahu
Di balik awan itu tersembunyi dirimu
Mungil dan bersejarah

Ah, Tuhan kuinginkan bingkisan natal dariMu
Cukup sepotong waktu untuk bersama ku
Ku rasa diriku kan bahagia
Hmmm,,,, rasanya Kau hanya diam membisu
Tak mendengarkan jerit tangisku
Kau egois
Ah susahnya berbicara denganMu
Mungkin Kau tersembunyi untuk tidak menemukanku

Rafael, 24 November 2013

Sunyi

Ku lihat kau termenung di antara reruntuhan hujan
Ketika ku tanya kau hanya mengangukan kepala
Aku hanya bisa menatap dirimu dalam kekosongan
Sunyi pikiranmu
Entah apa yang kau bayangi

Hahahah...aku berusaha menghiburmu dengan lelucon
Aku tertawa terbahak-bahak
Tapi kau tetap tak bergerak hanya berdiam dalam kekosongan
Mungkin aku sudah gila
Atau mungkin kamu yang sudah gila
Sunyi hanya itu yang ku lihat
 
Bibirmu membisu bergetar ketakutan
Entah apa yang ingin kau ucapkan
Ah masa bodoh dengan mu
yang penting ku bisa menikmati indahnya malam natal ini
sunyi.kamu egois tak pikir akan cintaku pada indahnya malam ini

Rafael, 24 November 2013

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer