Kanal

Puisi Minggu Ini

PUISI-PUISI HARDI SUNGKANG

Xaverian

Di pusat kota dingin engkau bereksis
Terhimpit bangunan tua berbaris
Dalam dimensi bercorak pasif
Ku bernaung di bawah sayapmu
Mendalam makna yang arif
Menginspirasi jiwa yang semu

Tiga tahun ku mengaluni langkah
Di antara bangunan berbaris tegak
Di mana ku belajar tanpa lelah
Menatap masa depan yang tak bergerak
Oh.Xaverian tercinta
Berparas rasa penuh makna
Mengenang masa
Menanti asa
Seuntai kata dalam alunan bahasa
Ku ucapkan terimakasih
Xaverian tercinta
Inginku melantumkan madah
Bersama arifnya sang pejuang
Namun waktu telah beralih
Kian merunduk anak jalang
(Mengenang SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng)


Gegap Gemuru

Suasana gemuru Negeri pasang surut
Menggema seluruh daerah pelosok
Memandang figur berturut-turut
Mendengar janji penuh elok
Berdendang riang di atas perahu
Negeri seberang menunggu aku
Melambai-lambai tangan pejuang
Bersorak sorai penuh riang
Bertanda sang aku telah datang
Izinkan aku memapar janji
Izinkan aku mengambil hati
Izinkan aku untuk dipilih
Mengobat sakit negeri ini
Berkumandang di antara gelandang
Mengambil hati sang penyandang
Cara sang pejuang merebut otoritas
Dalam diri yang bersolidaritas
Mengupas perih negeri berletih
Mengobar semangat yang tak kunjung letih
Membongkar derita sakitnya negeri ini
Membaringkan daku dalam alunan palu
Bertanda negeri letih telah rapuh
(Mengenang pilgub-cawagub NTT)


PUISI-PUISIĀ  STEFANUS DAMAI

Menanti Kepastian Cinta

Kukan menanti kepastian darimu
Tuk menunggu sujudku, menjemput hasratmu..
Bila kau datang kukan berlari
Menarik jemarimu tuk bersandar di dadaku..
Biarlah kau dengar nyayian hatiku
Bersimfoni asmara yak tak kentara
Namun nyata menata hari-hari indah kita.


Piluku

Pilu di dadaku membisukan hati ini
Pilu asmara itu kini terkapar
Lantaran katamu kasar tak menghargai
Rasa setiaku kini kau telah nodai
Dengan tebaran kata menghanguskan asa
Melenyapkan setiaku..
Sakit..
Kau tak mengerti yang kupikirkan
Kau tak memahami yang kupinta
Katamu menyakitkanku
Sakit bagai penyakit menghanyutkan raga..

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer