Kanal

Komunitas BEM STIKES Nusantara, Bangun Kebersamaan

Mahasiswa Stikes Nusantara Kupang dalam aktivitas sehari-hari. - POS KUPANG/ALFRED DAMA

POS KUPANG.COM -- Hampir semua kampus di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki organisasi kemahasiswaan atau lebih dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Lembaga Legislatif Mahasiswa (BLM).

Ada juga organisasi yang masih menggunakan istilah lama yaitu senat mahasiswa.

Berbagai kegiatan dalam organisasi kemahasiswaan tersebut mulai dari kegiatan penalaran seperti seminar-seminar atau workshop dan kuliah umum. Namun, tidak sedikit pula bakti sosial atau bakti kerja mahasiswa. Ada juga kegiatan-kegiatan yang bersifat keolahragaan.

Hal yang sama dilakukan para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang. Berbagai kegiatan dilakukan oleh mahasiswa di kampus yang berada di Jalan El Tari Kupang ini.  

Ada sekitar 45 orang mahasiswa yang kini aktif sebagai pengurus BEM di lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan calon-calon tenaga kesehatan itu. BEM Stikes ini diketuai Benyamin Mau Olin, Wakil Ketua BEM,  Femi Gladis Manafa dan Sekretaris BEM, Melani Fallo.

Humas Stikes Nusantara, Benediktus Niron, SS, M.Si yang didampingi Sekrertaris BEM, Melani Fallo, yang ditemui di Kampus Stikes Nusantara, Rabu (23/1/2013), menjelaskan komunitas mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM telah melakukan kegiatan, antara lain bakti sosial berupa pengobatan gratis yang melibatkan sejumlah dokter serta kegiatan lainnya.

Kegiatan yang dilakukan BEM juga mendapat dukungan penuh dari lembaga Stikes Nusantara adalah perayaan Natal Bersama. Kegiatan keagamaan ini melibatkan semua pihak di lingkungan kampus tanpa memperhatikan latar belakang agama. Semua mahasiswa yang duduk dalam kepengurusan BEM terlibat dalam kegiatan ini, yang diselenggarakan setahun sekali ini.

"Kami baru saja beberapa hari lalu menggelar Natal Bersama. Kegiatan ini bukan untuk mahasiswa yang Kristen saja, tetapi semua," jelasnya.

Ia menjelaskan, BEM Stikes Nusantara sudah ada sejak tahun 2008. Sejauh ini kegiatan BEM di lembaga ini terus mendapat dukungan penuh dari kampus. Kini pengurus BEM sebanyak 45 orang yang terbagi dalam beberapa seksi.

Kegiatan yang paling menonjol adalah pada kegiatan-kegiatan keagamaan. Di Kampus Stikes Nusantara ini, ada beberapa organisasi mahasiswa berdasarkan keagamaan, seperti Ikatan Mahasiswa Kristen, Forum Mahasiswa Islam atau Formis dan KMK untuk mahasiswa Katolik.

Menurutnya, di Kampus Stikes Nusantara ini mahasiswa datang dari berbagai latar belakang etnis, agama dan lainnya. Meski ada kelompok mahasiswa tersebut, semua kegiatan tetap melibatkan mahasiswa dari kepecayaan lain, misalnya pada acara Idul Adha, tidak saja keterlibatan mahasiswa muslim, tetapi juga dari agama lain. Demikian juga Natal bersama melibatkan mahasiswa dari Muslim.

"Kita tidak mau mengkotak-kotakkan mahasiswa, mereka semua harus bersama. Jadi dalam kegiatan itu, kita membangun kebersamaan di antara sesama mahasiswa," jelasnya.

Sekretaris BEM, Melani Fallo mengatakan, kepanitiaan Natal bersama Stikes Nusantara sudah terbentuk sejak sebulan lalu. Selama sebulan lebih panitia bekerja mempersiapkan acara tersebut, dilakukan bahu-membahu tanpa memperhatikan latar belakang agama atau daerah asal.

"Jadi dalam kepanitiaan ini, semua kita lakukan bersama. Bukan yang kristen saja yang kerja, tetapi semua mahasiswa," jelasnya.
Ia menjelaskan, semua mahasiswa yang tergabung dalam komunitas BEM tersebut bekerja dengan senang hati atau tanpa ada paksaan. Semuanya mau bekerja sama demi almamater.

Bagi mahasiswa, nilai kebersamaan dalam sebuah organisasi bisa didapat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Bukan saja untuk umat Kristen, tetapi juga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari agama lain.

"Memang ada organisasi mahasiswa Islam, mahasiswa Katolik dan mahasiswa Kristen. Tapi, kalau buat kegiatan selalu melibatkan kelompok dari agama lain. Jadi dalam perbedaan itu, kita bersama bekerja," jelasnya.

Laboratorium Kepemimpinan

Hidup berorganisasi bagi kalangan muda atau mahasiswa merupakan kesempatan yang tidak perlu disia-siakan. Sebab, dalam organisasi bisa ditemukan banyak hal yang tidak ada di kelas perkuliahan.  

Humas dan dosen  tetap Stikes Nusantara Kupang, Benediktus Niron, SS, M.Si mengatakan, pimpinan Stikes Nusantara Kupang sangat mendukung kehidupan organisasi di kampus tersebut. Sebab, organisasi dalam hal ini BEM merupakan wadah tempat belajar para mahasiswa untuk menjadi pemimpin di masyarakat nanti.

Benediktus Niron menjelaskan, sebagai calon tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan, maka dalam diri mahasiswa ini harus ada sikap-sikap yang mau bekerja untuk melayani dan humanis sebab sifat pekerjaan tenaga kesehatan nantinya adalah mengurus manusia.

"Ada dalam dirinya, siap bekerja dan melayani dengan baik dengan motif-motif humanis, menolong dengan kemanusiaan. Diharapkan dengan kegiatan ini, bisa terbentuk secara baik dan pengakuan diri bahwa saya menjadi seorang mahasiswa ini merupakan cerminan warnanya jelas," ujarnya.

Menurutnya, organisasi itu menjadi laboratorium kepemimpinan dalam berorganisasi, pemahaman itu ada karena mereka sudah terbentuk dengan berorganisasi. "Di kampus secara akademis mereka tidak pernah dapat ilmu itu, tapi di organisasi ini mereka dapat itu. Bagaimana memimpin rapat, bagaimana memahami  dan mempelajari kondisi psikis orang itu, dan mengenal berbagai macam persoalan," jelasnya.

Jadi bukan hanya bisa pegang jarum infus, tapi juga mampu memasyarakatkan diri dengan orang lain. Kemampuan membangun komunikasi sosial secara baik. "Kebetulan kita juga punya mata kuliah Trans Kultural Keperawatan, itu ilmu membawahi mereka untuk berkomunikasi secara baik dengan orang, khususnya kepada pasien, dengan memberikan sentuhan secara baik dengan aroma-aroma terapi, komunikasi," ujarnya.

Para mahasiswa tersebut juga ikut dalam organisasi BEM dengan senang tanpa ada paksaan. "Saya melihat semua terpanggil untuk mau bersama. Jadi tidak ada paksaan. Mungkin karena kita orang NTT terpasung dengan budaya yaitu budaya gotong rotong, budaya kerja sama dan itu menjadi suatu dorongan yang spontan. Jadi keterpanggilan secara spontan tampak," jelas Benediktus Niron.*

Penulis: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer