Kanal

Wabup Flotim Dituduh Bekingi Penimbunan Solar

Wabup Flotim, Valentinus Tukan - PK/IVA

POS-KUPAG.COM, LARANTUKA -- Wakil Bupati (Wabup) Flotim, Valentinus Sama Tukan, menerima short message service (SMS) dari masyarakat setempat yang menuduh dirinya membekingi penimbunan lima ton solar yang dibeli Aloysius Belawa Rebon dari AMPS Waiwerang milik Kristoforus Tanur.  Tuduhan itu langsung dibantah Wabup, Valentinus Sama Tukan.

"Pak Wabup menerima SMS dari warga yang mengaku menyesal memilih bupati dan wakil bupati yang membekingi penimbunan solar lima ton. Dan, itu sudah diklarifikasi Pak Bupati kepada rekan-rekan media dalam jumpa pers sebelumnya bahwa itu tidak benar. Pemerintah hanya mengatur pendistribusian BBM ke Solor agar tidak kurang. Dan, saat ini pembeli solar lima ton itu sedang mengurus surat izin operasional sebagai sub di bawah AMPS untuk menjual BBM di Solor," kata Kabag Humas Pemkab Flotim, Raimon Piran.

Ketika ditanya, di Solor sudah ada pangkalan sementara Aloysius Belawa Rebon masih dalam status urus izin tapi kenapa pemerintah mengintervensi AMPS untuk memberikan kepada pengecer yang belum jelas dengan jumlah solar terbanyak 5 ton untuk kebutuhan se Pulau Adonara? Piran mengatakan, pemerintah tidak mengintervensi tapi mengatur agar kebutuhan warga Solor tercukupi. Soal pemilik pangkalan sebelumnya tidak diberikan karena memiliki hutang di AMPS yang cukup besar.

"Pemilik pangkalan di Solor Timur punya hutang sehingga tidak dikasih BBM. Untuk mengatasi agar warga tidak kekurangan BBM maka ada pengusaha yang sedang mengurus izin sub untuk diberikan BBM. Intinya, pemerintah tidak membekingi," tegas Ramon.

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu P yang dihubungi, Rabu (11/4/2012), terkait proses lanjutan kasus penyelundupan dan penimbunan solar oleh tersangka Aloysius Belawa Rebon mengatakan, pihaknya masih menunggu Agus, staf Pertamina Maumere untuk diperiksa sebagai saksi ahli.

Sementara anggota DPRD Flotim, Gafar Ismail menyesalkan sikap Polres yang lamban memroses kasus penimbunan BBM itu. "Kita sesalkan sikap Polres Flotim. Di tengah-tengah masyarakat sedang krisis solar, tiba-tiba ada orang yang tidak jelas datang beli lima ton dan dikasih sama pemilik AMPS. Lalu polisi tetapkan pembeli menjadi tersangka, sementara penjual dibiarkan," kritik Gafar.

Diberitakan sebelumnya, Koramil 05 Solor menahan lima ton atau 25 drom BBM jenis solar yang hendak diselundupkan di Pulau Solor, Kabupaten Flotim. Lima ton solar itu dibawa pengecer, Arnoldus Nempuli Rebon (55), warga Wulublolong, Solor Timur.  (iva)

Editor: Sipri Seko

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer