Kanal

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

PAGI sekali saat Mama membuka pintu, Fian menerobos masuk ke kamar orangtuanya. Fian hendak menemui Bapak. Bapak yang baru terbangun terkejut melihat kehadiran Fian di kamarnya sepagi itu.

"Pak, apakah Bapak menyimpan obat untuk menambah tinggi badan? Kalau ada Fian minta, Pak. Fian ingin meminumnya pagi ini. Fian tidak ingin menjadi anak bertubuh pendek. Gara-gara bertubuh pendek Fian tidak terpilih menjadi anggota marching band di sekolah.

" Fian mengungkapkan kekecewaannya. Bapak yang mendengar perkataan Fian itu tersenyum geli. Namun segera ditahannya rasa gelinya itu agar Fian tidak menjadi tersinggung karenanya.

"Ayolah, Pak. Bapak kan tinggi orangnya. Tentu waktu kecil dulu Bapak pernah meminum obat penambah tinggi badan. Kalau Bapak tidak menyimpannya, sepulang dari kantor nanti Bapak tolong belikan Fian obat itu," pinta Fian.

"Soal itu nanti kita bicarakan saat sarapan. Sekarang kamu mandi dan segera berpakaian. Bapak juga harus bersiap-siap hendak ke kantor. Jika kita berlama-lama di kamar ini, kita bisa terlambat," kata Bapak sembari bangun dari tempat tidur dan menggandeng Fian keluar dari kamar.
 
                    ***
 
Usai mandi dan berpakaian, Fian bergegas menuju meja di ruang makan menunggu Bapak untuk sarapan. Mama membuatkan segelas susu untuknya, namun susu itu sama sekali tidak disentuhnya.

Sejak kecil Fian selalu ogah-ogahan untuk minum susu. Berbagai bentuk bujuk rayu Mama tidak berhasil meluluhkan hati Fian untuk meminum susu.

Akibatnya, lebih banyak susu yang terpaksa diberikan untuk anjing atau kucing daripada diminum oleh Fian.

"Mengapa susunya belum diminum?" tanya Bapak ketika duduk di hadapan Fian.

"Ah, malas, Pak. Terlalu banyak meminum susu membuat Fian mual," Fian beralasan.

"Asal kamu tahu, susu itu mengandung banyak kalsium yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tulangmu. Jika pertumbuhan tulangmu bagus, maka tubuhmu dengan sendirinya akan bertambah tinggi. Di samping itu di dalam susu juga terkandung banyak vitamin yang sangat bermanfaat bagi  pembentukan postur tubuhmu. Sehingga kamu tidak saja tinggi tetapi juga memiliki postur tubuh yang ideal dan berisi," jelas Bapak

"Jadi susu itu bisa menjadikan tubuh saya bertambah tinggi, Pak? Kalau begitu mulai hari ini saya akan rajin minum susu, Pak," ujar Fian.

"Tidak hanya itu. Kamu juga harus rajin berolahraga. Pilihlah olahraga yang dapat menggerakkan seluruh anggota tubuhmu. Misalnya renang. Dengan menggerakkan seluruh anggota tubuh, aliran darah bisa mengalir lancar membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian pertumbuhan tubuhmu akan berlangsung secara maksimal. Awalnya dulu Bapak juga bertubuh pendek sepertimu, namun karena rajin minum susu dan berolahraga, maka pertumbuhan tubuh Bapak bisa menjadi seperti yang kamu lihat sekarang ini," tutur Bapak.
 
                    ***
 
Minum susu dan berolahraga, dua hal yang  tidak disukai Fian. Karena itu pada awalnya anjuran Bapak itu baginya terasa sangat berat untuk dijalankan. Bahkan dia sempat berputus asa, karena meski sudah bersusah payah melaksanakan anjuran Bapak, namun hasilnya belum tampak juga.

Namun tekad yang kuat membuatnya kembali bersemangat dan tetap berupaya untuk melaksanakan anjuran Bapak dengan baik.
Rajin minum susu dan berolahraga membuat tubuh Fian mulai bertumbuh maksimal dari hari ke hari. Semua itu terjadi tanpa disadarinya. Hingga pada semester berikutnya namanya disebut Pak Guru Olahraga untuk memperkuat marching band sekolahnya. Fian  terkejut sekaligus gembira.

Dia tidak menyangka anjuran Bapak akan membuahkan hasil dalam waktu yang sesingkat itu. Dia juga sangat gembira karena apa yang diimpikannya selama ini dapat tercapai.

"Terima kasih, Pak atas anjurannya. Berkat anjuran itulah saya dapat mencapai apa yang selama ini saya impikan. Tapi saya masih punya satu permintaan, Pak," pinta Fian ketika sarapan bersama Bapak.

"Apa itu?" tanya Bapak.

"Jahitkan saya seragam marching band, Pak," mohon Fian.

"Sebentar sore kamu ikut Bapak ke penjahit. Kamu pantas
mendapatkan hadiah atas usaha dan ketekunanmu selama ini, nak," jawab Bapak sambil menepuk bahu Fian. (*)

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer