Kasus Ikan Asin, Pria Asal NTT Ditipu Ratusan Juta Oleh Pablo Benua, Hotman Paris Tawarkan Jasa
Kasus Ikan Asin, Pria Asal NTT Ditipu Ratusan Juta Oleh Pablo Benua, Hotman Paris Tawarkan Jasa
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Kasus Ikan Asin, Pria Asal NTT Ditipu Ratusan Juta Oleh Pablo Benua, Hotman Paris Tawarkan Jasa
POS KUPANG.COM, Grid.ID - Kasus Ikan Asin, Pria Asal NTT Ditipu Ratusan Juta Oleh Pablo Benua, Hotman Paris Tawarkan Jasa
Kasus video ikan asin yang menyeret nama pasangan suami istri Pablo Benua dan Rey Utami itu kian menarik.
Dari kasus itu, Pablo Benua salah seorang tersangka juga terjerat kasus penipuan dan penggelapan yang membayanginya.
Kasus penipuan dan penggelapan ini mulai terkuak setelah satu persatu orang yang mengaku korban Pablo Benua bermunculan ke publik.
Ialah Petrus Ola, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur yang baru-baru ini mengaku dirugikan oleh suami Rey Utami tersebut.
• Kasus Bau Ikan Asin, Hotman Paris Nyindir Tiga Tersangka Galih, Pablo dan Rey Serta Pengacara
• Hotman Paris Ungkap Hubungan 6 Tahun Bersama dengan Artis Meriam Bellina, Begini Faktanya
Tak main-main, kerugian yang harus ia tanggung menyentuh angka Rp 500 juta!
Kisah ini diungkapnya kala diundang menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy.
Dalam acara yang tayang di YouTube Trans TV Official pada Senin (29/7/2019), Petrus Ola menuturkan ikhwal kerja samanya dengan Pablo Benua.
"Kerja sama di tahun 2016 silam, awal kenal dengan teman yang juga kenal Pablo. Jadi, perusahaan itu yang bekerja menitipkan uang dengan hak guna mobil," ungkap Petrus Ola.
Dijanjikan keuntungan hingga lebih dari separuh modal, Petrus akhirnya tergiur investasi yang ditawarkan Pablo.
"Nah setelah itu dipakai selama 3 tahun, 10 persen dari OTR jadi bayar tiap tahun Rp 10 juta dalam 3 tahun dikembalikan. Duit 54 persen dari harga mobil itu kembali utuh," terangnya.
Termakan bujuk rayu, Petrus bahkan menyetujui ajakan rekan bisnisnya itu untuk kemudian mendirikan kantor cabang dari perusahaan investasi tersebut di Kupang.
"Buka cabang perusahaan Pablo di Kupang. Bayar izin mendirikan cabang sekitar Rp 250 juta setelah itu mobil beli sekitar Rp 90 juta, 54 persen dari harga sebenarnya," ia melanjutkan.
Kecurigaan baru terbersit setelah surat serta plat nomor mobil yang dibeli Petrus dari Pablo tak kunjung terbit.