Dedi Prasetyo: Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina

Kata Dedi Prasetyo: Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). 

Kata Dedi Prasetyo: Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Polri mengirim sampel DNA keluarga dua WNI terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, kepada kepolisian setempat.

Mereka akan mencocokkan DNA yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dengan sampel DNA keluarga untuk memastikan identitas kedua terduga pelaku.

DPRD TTU Dukung Pemerintah dalam Upaya Pemberantasan Masalah Stunting

"Sudah (dikirim), datanya semua," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Polisi sebelumnya telah mengantongi identitas kedua terduga pelaku yang berinisial RRZ dan UHS.

Keduanya diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar. Mereka adalah pasangan suami-istri yang pernah menjadi deportan Turki pada 2017.

FKIP UKAW Kupang Lepas 476 Mahasiswa yang akan Praktek Pengalaman Lapangan di 44 Sekolah

Identitas itu didapatkan setelah polisi menangkap terduga teroris berinisial N (39) di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7/2019), dan Y yang diamankan di Malaysia pada awal Juni 2019.

Untuk saat ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri fokus untuk mengejar terduga teroris lain anggota kelompok tersebut di dalam maupun luar negeri.

Polisi sedang memburu S alias Daniel alias Chaniago yang merupakan otak atau mastermind yang menggerakkan anggota kelompok JAD Indonesia, sekaligus sebagai penyandang dana.

Salah satu instruksi S yaitu kepada Abu Saidah untuk memberikan uang dari S kepada terduga teroris lain.

Uang itu digunakan untuk kebutuhan perakitan bom. S diduga berada di Khurasan, Afganistan, bersama kombatan ISIS yang lain dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, Abu Saidah sedang dicari polisi dan diduga berada di Tanah Air. Densus 88 pun bekerja sama dengan pasukan antiteror di negara lain untuk mengungkap jaringan tersebut.

"Yang di dalam negeri kita fokus, di luar negeri tim Densus berkomunikasi secara intens dengan beberapa pasukan-pasukan antiteror kepolisian yang ada di Malaysia, Filipina, Afghanistan, dan beberapa negara lainnya.

Jadi sudah mulai jelas peta dari kelompok tersebut," ujar Dedi.

Sebelumnya, dua bom bunuh diri itu meledak di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019. Ledakan terjadi saat misa berlangsung.

Ledakan pertama terjadi di dalam gereja di Jolo. Sementara, bom kedua meledak saat petugas keamanan bergerak ke lokasi ledakan untuk memberi pertolongan terhadap para korban. Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Kirim Sampel DNA Keluarga Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved