Keren! Ternyata Begini Cara Polisi Melacak serta Menangkap Akun Palsu Penyebar Hoax di Facebook

Tak perlu menunggu lama, jika ada yang melaporkan maka pihak kepolisian biasanya bisa menemukan mereka dengan cepat

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi ujaran kebencian 

Keren! Ternyata Begini Cara Polisi Melacak serta Menangkap Akun Palsu Penyebar Hoax di Facebook

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Di era teknologi dan digital saat ini banyak tersebar kabar hoax.

Selain kabar hoax atau berita palsu, ujaran kebencian dan SARA juga menyebar dengan cepat melalui media sosial yang dipakai masyarakat, seperti Facebook, WhatsApp, dan lainnya.

Tak perlu menunggu lama, jika ada yang melaporkan maka pihak kepolisian biasanya bisa menemukan mereka dengan cepat.

Terutama mereka yang hanya berbekal akun Facebook palsu.

Bahkan kelompok penyebar kabar hoax seperti Saracen yang punya ilmu IT tinggi juga bisa ditelusuri dan dibekuk oleh polisi.

Pekan Depan, Penyidik Polda Metro Panggil Lagi Mantan Kapolda Metro Jaya Terkait Dugaan Makar

Liga 1 2019 - Dua Catatan Cleansheet, Satu Modal Persib Bandung Jelang Lawan Tira-Persikabo

Lolos dari Serangan dengan Gigit hingga Putus Lidah Beruang, Pria ini Malah Terjerat Hukum

Video Penjelasan Polri: Aksi 21-22 Mei, Massa Perusuh Serang Petugas dengan Benda-benda Mematikan

Tentu hal itu membuat penasaran, bagaimana pihak kepolisian bisa melacak akun palsu seseorang di Facebook lalu menangkapnya?

Sebuah pertanyaan seperti itu terlontar oleh pengguna situs Selasar, yang merupakan platform digital untuk berbagi pengetahuan.

Seorang profesional digital bernama Hilman Fajrian yang juga founder Arkademi.com, pernah menjawab pertanyaan tersebut pada (6/3/2017).

Menurut Hilman Fajrian, Polri bisa melacak pemilik akun palsu Facebook (FB), karena telah bekerjasama dengan FB sebagai lembaga yang harus tunduk pada ketentuan proses penegakan hukum di negara tempat ia beroperasi.

Metode pelacakannya adalah sebagai berikut.

1. Tanpa kita sadari FB selalu mencatat semua IP yang digunakan setiap akun, tak peduli asli atau palsu.

Ini juga termasuk lokasi terakhir saat GPS aktif.

2. Setiap akun palsu pasti terasosiasi (terhubung) dengan akun asli pemiliknya.

Bahkan bila digunakan di 1 komputer, biasanya menggunakan on-click login yang cukup menekan foto profile.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved