Ramadhan 2019
10 Hari Terakhir Jelang Ramadhan 1440 H, Adakah Salat Khusus Malam Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya
10 Hari Terakhir Jelang Ramadhan 1440 H, Adakah Salat Khusus Malam Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya
10 Hari Terakhir Jelang Ramadhan 1440 H, Adakah Salat Khusus Malam Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya
POS-KUPANG.COM - Adakah tuntunan untuk menunaikan salat khusus di malam Lailatul Qadar jelang 10 hari terakhir Ramadhan 1440 H?
Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang disebut lebih baik dari 1000 bulan yang datang di 10 malam terakhir Ramadhan.
Lailatul Qadar menjadi malam mulia di mana malaikat akan turun ke bumi dan memberikan rahmat serta mendoakan manusia.
Rasulullah sendiri terbiasa untuk beritikaf disepuluh malam terakhir bulan ramadhan untuk mendapatkan pahala serta ampunan Allah SWT sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini
“Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).
Malam Lailatul Qadar menjadi malam istimewa di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah termasuk salat.
Kendati demikian, tidak ada hadits yang mengkhususkan salat di malam Lailatul Qadar.
Dikutip TribunStyle.com dari konsultasisyariah.com, Rabu (22/5/2019), terdapat hadits yang menyatakan sebagai berikut.
من صلّى ركعتين في ليلة القدر، فيقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب مرة، وقل هو الله أحد سبع مرات، فإذا فرغ يستغفر سبعين مرة؛ فما دام لا يقوم من مقامه حتى يغفر الله لـه ولأبويه، وبعث الله ملائكة يكتبون له الحسنات إلى سنة أخرى، وبعث الله ملائكة إلى الجنان يغرسون له الأشجار ويبنون له القصور ويجرون له الأنهار، ولا يخرج من الدنيا حتى يرى ذلك كله
"Siapa yang shalat 2 rakaat ketika lailatul qadar, dalam setiap rakaat dia membaca al-Fatihah sekali dan qul huwallahu ahad 7 kali, setelah selesai shalat dia beristighfar 70 kali, maka selama dia masih di tempat shalatnya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan kedua orang tuanya, Allah akan mengutus Malaikat untuk mencatat kebaikannya sampai tahun berikutnya, Allah juga mengutus Malaikat untuk menanam pohon miliknya di surga, membangunkan istana, dan mengalirkan sungai untuknya. Dan dia tidak mati sampai dia mellihat itu semua."
Status Hadis:
Hadis ini tidak dijumpai di kitab-kitab hadis manapun. Kemungkinan besar, buatan orang syiah. Karena itu, shalat lailatul qadar, marak dilakukan orang-orang syiah. Dalam keterangan lain, mereka juga menganjurkan untuk mengunjungi kuburan Husain di Karbala setelah mengerjakan shalat ini.
Lembaga Fatawa Syabakah Islamiyah pernah mendapatkan pertanyaan tentang hadis ini. Jawaban yang diberikan,
فلا شك في كون هذا الحديث كذبا مختلقا فلا تحل روايته ولا نسبته إلى النبي صلى الله عليه وسلم، ولا وجود لهذا الحديث في شيء من كتب السنة البتة، وعلامات الوضع والاختلاق بادية عليه