Bupati Non Aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin Melahirkan di Rutan, Nasib Bayi dan Kasusnya Kini

Neneng melahirkan anak keempatnya itu dalam proses persidangannya sebagai terdakwa kasus suap perizinan pembangunan Meikarta.

Bupati Non Aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin Melahirkan di Rutan, Nasib Bayi dan Kasusnya Kini
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018). 

POS-KUPANG.COM, BANDUNG - Kepala Rutan Perempuan Bandung Lilis Yuaningsih mengatakan Bupati non-aktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin belum menyampaikan rencana perawatan bayinya yang baru lahir pada 19 April 2019.

Neneng melahirkan anak keempatnya itu dalam proses persidangannya sebagai terdakwa kasus suap perizinan pembangunan Meikarta. Selama menjalani proses persidangan, dia mendekam di Rutan Perempuan Bandung, Jawa Barat.

Menurut Lilis, saat ini, bayi Neneng dalam kondisi sehat di Poliklinik.

Namun, bagaimana ketentuan sebenarnya?

Lilis mengatakan, sang bayi diperbolehkan tinggal bersama sang ibu di rutan.

Hal itu diatur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan.

“Pasal 28. Itu aturan yang kita pakai kalau anaknya bisa tinggal bersama sampai usia 2 tahun,” kata Lilis.

Pasal 28 ayat 4 menyebutkan, anak dari tahanan wanita yang dibawa ke dalam Rutan/cabang rutan atau lapas /cabang lapas diberi makanan dan makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter paling lama sampai anak berumur (dua) tahun.

Sementara itu, ayat 5 berbunyi 'anak sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 telah berumur dua tahun harus diserahkan kepada bapak atau sanak keluarganya, atau pihak lain atas persetujuan ibunya'.

Kini, pihak Rutan tinggal menunggu keputusan Neneng.

Halaman
123
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved