Prabowo Sebut Curang, Lihat Unggahan Ustaz Yusuf Mansur & Cuitan Iwan Fals, Aa Gym:Kendalikan Amarah

Prabowo Sebut Penuh Kecurangan, Lihat Cuitan Iwan Fals & Unggahan Ustadz Yusuf Mansur, Aa Gym Ingatkan Kendalikan Amarah

Prabowo Sebut Curang, Lihat Unggahan Ustaz Yusuf Mansur & Cuitan Iwan Fals, Aa Gym:Kendalikan Amarah
Instagram
Prabowo Sebut Penuh Kecurangan, Lihat Cuitan Iwan Fals & Unggahan Ustadz Yusuf Mansur, Aa Gym Ingatkan Kendalikan Amarah 

Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah tiga foto dalam akun Instagramnya @yusufmansurnew.

Tampaknya Ustadz Yusuf Mansur mengunggah tentang Silaturrahmi Bogor untuk Indonesia.

Pada unggahan foto pertama, Ustadz Yusuf Mansur menggunggah foto sejumlah tokoh muda yang sedang mengelilingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak yang sepertinya sedang bermain piano.

Tampak di dalam foto di antaranya ada Yenny Wahid, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas.

Pada unggahan ini Ustadz Yusuf Mansur memberikan keterangan:

Seneng banget liat foto ini... Kebersaman. Indonesia banget. .
.
Yaaa Allah. Jagalah negeri ini. Dengan apa2 dan siapa2 yg ada di negeri ini. Akurin. Damein. Tenangin. Amanin. Sejahterain. Makmurin. Majuin. Kayain. Takwain. Sholehin. Bagusin. Hebatin. Sempurnain. Satuin. Solidin. Baikin. Hebatin. Belain. Bantuin. Tolongin. Tinggiin. Ampunin. Ridhain. Berkahin.

Sedang pada unggahan kedua, merupakan poster dari kegiatan yang sedang berlangsung di Bogor tersebut.

Ustadz Yusuf Mansur menuliskan komentar dari foto yang juga terdapat foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ga berasa... Netes airmata. Terharu atas segala upaya anak bangsa membuat negeri ini damai, adem, tentrem, trs berproses, membangun fisik dan non fisik...
.
Saya sendiri ga bisa apa2. Kecuali juga terus jalan dg segala program. Dan berdoa dan mendoakan. Ga masuk ke wilayah yang saya ga paham. Ga masuk ke wilayaha yang saya ga ngerti. Konsen, fokus, ke program2 tahfizh dan ekonomi ummat.
.
Trlalu banyak yang saya ga tau dan ga paham. Ttg segala rahasia apa yang trhidangkan di Indonesia dan di dunia. Saking ga taunya, saya mengembalikan kepada Yang Maha Tahu dan Maha Segala.
.
Buat yang nuntut saya u/ begini dan begitu, jika ga ada kuasa saya krn ga kuasa ilmu, saya izin. Untuk memilih berdoa dan mendoakan. Hanya ini yang saya bisa. Sekalian ngajak juga yang mau dan bisa ikut. Untuk mau dan ikut doa dan mendoakan. Dan trs jg bergerak di bidangnya masing2; membangun negeri, membangun ummat, membangun bangsa.
.
Jika kwn2 yg dah setiap hari muter, setiap hr gerak, msh jg dibilang ga ngerjain apa2, ya emang jgn ngarep pengakuan dan penghargaan manusia. Krn Allah. Sbb Allah. Dan dg izin Allah. RidhaNya yang dicari. Cukuplah kita semua menyibukkan dg doa mendoakan dan trs berjalan dan bergerak di bidang kita u/ negeri ini. Selebihnya, serahkan sama Allah. .
Selamat zikir pagi. Dan selamat beraktifitas. Untuk Indonesia dan dunia. Dan mhn maaf lahir batin.

Sedang pada unggahan foto ketiga, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah foto tiga anak Presiden Indonesia.

Sayangnya, unggahan dari Ustadz Yusuf Mansur ini masih banyak diwarnai nyinyiran para Netizen.

Meskipun ada para Netizen lain yang melakukan pembelaan terhadap Ustadz Yusuf Mansur.

Cuitan Iwan Fals

Penyanyi kharismatik Iwan Fals tampaknya juga gelisah dengan kondisi negeri ini. Dalam tembang yang berjudul Ya Allah Kami di Album Keseimbangan dilantunkan Iwan Fals saat tampil pada pagelaran SCTV Music Awards 2019, Jumat (26/4/2019).

Lindungi kami Ya Robbi
Lindungi negeri ini
Berilah kemudahan
Jauhkan kemungkaran

Begitulah satu bait tembang Iwan Fals ini. Seolah menggambarkan kegelisahannya akan hiruk pikuk Pilres 2019 yang tak kunjung usai.

Bahkan pada laman Fanpagenya, Iwan Fals menuliskan: "Keyakinan tentang pilihan dan ketetapan Ilahiyah di Lauh Mahfuzh mengajarkan kita bukan saling menghinakan."

Tulisan pada tanggal 29 April 2019 ini menyebutkan bahwa keyakinan tentang pilihan bukan untuk saling menghinakan.

Sementara itu, beberapa hari sebelum gelaran 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019', Iwan Fals menuliskan dalam akun Twitternya tentang curang dalam Pemilu 2019.

Pada cuitan di akun terverifikasi @IwanFals ini, pelantun tembang Bongkar ini mentwiit "Curang atau nggak kan ada bawaslu, klo gak percaya juga biar hakim yg menentukanlah & ribuan yg sakit serta ratusan petugas kpps yg meninggal dunia (diluar takdir Allah) ya hrs benar2 dicari sebabnya...duh maaf sy sedang berpuasa, ntar klo marah2 batal lagi puasanya..."

Tentu cuitan Bang Iwan Fals ini mendapat berbagai tanggapan dari para Netizen.

Baik yang pro maupun yang kontra.

Iwan Fals berharap, bangsa Indonesia kembali bersatu.

Mempersatukan kembali bangsa ini menjadi PR (pekerjaan rumah) berikutnya.

Aa Gym Ingatkan Agar Kendalikan Amarah

KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab dipanggil Aa Gym mengingatkan umat, khususnya Bangsa Indonesia untuk pandai-pandai mengendalikan amarah.

Aa Gym mengatakan, mengendalikan amarah bukan tidak boleh marah. Tetapi harus dengan alasan yang benar, niat yang benar, dan cara yang benar.

Selain itu, juga adil tanpa kedzoliman.

Karena marah yang benar adalah untuk menegakkan keadilan, bukan untuk memuaskan nafsu amarah semata.

Itu yang menurut Aa Gym disebut sebagai ilmu kendali amarah, sebagaimana diunggahnya dalam akun Instagram terverifikasi.

ILMU KENDALI AMARAH

Bila sedang dikuasai amarah,
Akal sehat kita sedang sangat turun, kontrol diri juga melemah
Maka jangan sembarang mengambil keputusan, akan cenderung zolim dan merugikan

Jangan tumpahkan dalam kata2, tulisan dan rekaman lalu disebar, bisa jadi petaka bagi diri, juga bagi yang lain.

Bukan tidak boleh marah..
Ada kalanya marah menjadi keharusan dan solusi

Tapi...
HARUS DENGAN ALASAN YANG BENAR
DENGAN NIAT YANG BENAR
DENGAN CARA YANG BENAR dan

ADIL tanpa KEZOLIMAN

Marah yang benar adalah untuk menegakkan keadilan, bukan untuk memuaskan nafsu amarah semata

Agus Harimurti Yudhoyono Tentang Sikap Prabowo Subianto Yang Tolak Hasil Pemilu

Mengutip Kompas.com Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya Sugiarto dan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) nekat berbeda suara dengan calon presiden yang diusung oleh partainya, Prabowo Subianto, mengenai hasil pemilu serentak 2019.

Prabowo menegaskan akan menolak hasil Pemilu 2019 lantaran terjadi kecurangan masif.

Pihaknya sekaligus menekankan, tidak akan membawa protes itu ke mekanisme Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran lembaga itu tidak dapat dipercaya lagi.

Bima Arya dan AHY yang notabene merupakan elite di partai politiknya terang-terangan menyatakan ketidaksetujuan atas manuver politik Prabowo tersebut.

Bima Arya yang sekaligus menjabat Wali Kota Bogor itu menekankan setiap warga negara harus taat terhadap konstitusi.

"Bagaimanapun, kita harus taat konstitusi. Kalaupun ada persoalan, ya digugat ke MK. Ya kalau bukan hukum yang berbicara, mau bagaimana lagi caranya? Kita harus berpegang pada konstitusi kita, pada undang-undang kita," ujar Bima saat dijumpai di Balai Kirti, Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (15/5/2019) malam.

Saat dimintai penegasannya lagi bahwa secara personal Bima tak setuju dengan manuver Prabowo itu, ia menjawab dengan lugas.

"Iya, harus jalur MK. Jalur apalagi selain jalur MK? Ya ruangnya itu. Akan elegan apabila ya semuanya diselesaikan secara hukum yang berlaku," ujar Bima.

Namun, Bima mengaku tidak memiliki akses komunikasi ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Sebab, ia tidak terlibat di dalamnya.

Sementara partainya sendiri saat ini memilih menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 yang akan datang.

Ia sekaligus memastikan, perbedaan pandangan antara dirinya dan manuver politik yang ditempuh Prabowo tidak dipersoalkan partainya.

Justru, ia meyakini partainya sangat mendukung cara-cara yang mengedepankan konstitusi dan persatuan.

Demokrat sudah ingatkan AHY juga senada dengan Bima.

Bedanya, Partai Demokrat sudah menyarankan Prabowo agar menunggu keputusan KPU, baru mengambil sikap.

"Sudah. Sudah kami sampaikan sejak awal," ujar AHY saat dijumpai di tempat yang sama.

Menurut AHY, saran itu didasarkan atas sikap partai yang berkomitmen menggunakan cara -cara konstitusional dalam kompetisi politik, terutama pemilihan umum.

Sikap itu juga telah disampaikan AHY pada 17 April 2019 malam seusai pemungutan suara itu berlangsung.

"Kami menjunjung tinggi norma dan etika dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kami juga ya mencegah keterlibatan kader-kader kami dalam segala bentuk niat, apalagi tindakan yang bersifat inkonstitusional," ujar AHY.

Namun, nyatanya saran Partai Demokrat diabaikan Prabowo. Dalam pidato di Hotel Grand Sahid, Selasa (14/5/2019), Prabowo menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU.

Terkait hal itu, AHY tak secara spesifik mengeluarkan pernyataan menjurus ke manuver Prabowo itu.

Ia hanya mengulang pernyataannya kembali bahwa semua pihak seharusnya menunggu pihak yang berwenang mengumumkan hasil Pemilu 2019.

"Kita harus hormati proses (penghitungan suara oleh KPU) itu. Tentu dengan catatan bahwa kita semua sebagai warga negara dan pemilik suara memiliki hak kewajiban mengawasi proses penghitungan tersebut," ujar AHY.

"Jika kita menemukan adanya kejanggalan, termasuk kecurangan, laporkan. Maka, ya kita harus adukan itu semua menggunakan cara-cara yang konstitusional. Ada jalur hukum yang tersedia dan ini tentu berlaku untuk semua," lanjut dia.

Ketika ditanya apakah Demokrat akan hengkang dari koalisi setelah sarannya diabaikan, AHY mengaku, partainya saat ini masih fokus mengawal rekapitulasi penghitungan suara pilpres dan pileg. (*)

Penulis: Bebet I Hidayat
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved