3 Perempuan Caleg Perindo Kabupaten TTS Lapor Sekretaris Partai ke Polres TTS, Ini Alasannya

Tiga perempuan Calon Legislatif (Caleg) Perindo Kabupaten TTS, melaporkan Sekretaris Partai ke Polres TTS, Ini Alasan Mereka.

3 Perempuan Caleg Perindo Kabupaten TTS Lapor Sekretaris Partai ke Polres TTS, Ini Alasannya
dokumentasi
Perempuan Caleg Partai Perindo TTS, Elsy Deborah Banamtuan, Katarina Antjak dan Nova Tallan saat memberikan keterangan di penyidik Polres TTS, belum lama ini. 

Tiga Perempuan Caleg Perindo Laporkan Sekretaris Partai ke Polisi, Ini Alasan Mereka

POS-KUPANG.COM - Tiga perempuan Calon Legislatif (Caleg) Perindo Kabupaten TTS, melaporkan Sekretaris Partai ke Polres TTS, Ini Alasan Mereka.

Ketiga Perempuan Caleg Perindo itu yakni Elsy Deborah Banamtuan,  Katarina Antjak dan Nova Talla. Kepada POS-KUPANG.COM Minggu (13/6/2019) dan Kamis (16/6/2019), mereka menjelaskan alasannya melaporkan sekretaris Partai Perindo Kabupaten TTS ke Polisi.

"Kami melaporkan Sekeratris Partai perindo ke Polisi dalam kasus pemalsuan tandatangan dalam  laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) guna kepentingan pendaftaran Caleg DPRD TTS Tahun 2019 lalu," jelas Elsy dibenarkan Katarina dan Nova.

Dijelasannya, mereka telah masukkan semua berkas caleg termasuk LPPDK ke Partai Perindo. Dan pemasukan LPPD caleg ke KPU itu paling lambat dimasukkan tanggal 2 Mei 2019.

Elsy menjelaskan, tanggal 1 Mei 2019 mereka berkumpul di rumah Nova untuk menunggu pihak partai menhubungi mereka tuk tandatangan LPPDK yang akan dimasukkan ke KPU. Namun hingga pukul 19.00 mereka tidak juga dihubungi oleh pihak partai.

"Kami dapat informasi dari teman caleg Pak Niko dan Pak Simon bahwa mereka sudah dipanggil oleh sekretaris Partai untuk tandatangan LPPDK. Kenapa kami caleg yang lain tidak dipanggil?" heran Elsy.

Karena itulah mereka menghubungi pihak operator partai, Frans Talan melalui WA untuk menanyakan kapan mereka bisa menandatangani LPPD dimaksud.

Namun Saat itu Frans mengatakan bahwa LPPD sebagian caleg sudah dimasukkan ke KPU dan tandatangan caleg mereka sudah scan dari laporan sumbangan dana kampanye milik caleg. Hal itu dilakukan Frans atas permintaan Sekretaris Partai Jan Urip C Faot.

"Alasannya katanya waktu sudah terbatas, padahal pemasukan LPPD ke KPU itu tanggal 2 Mei. Kami merasa dibohongi dan dirugikan atas hal itu. Kami menganggap perbuatan sekretaris partai melakukan scan tandatangan kami itu adalah tindakan pemalsuan tandatangan sehingga kami melaporkannya ke Polisi," kata Elsy.

Halaman
12
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved