Rektor Unipa Maumere; Mahasiswa Terlibat grup Pornografi Diskors atau Keluar

Rektor Unipa Maumere, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si, menyesalkan dugaan keterlibatan oknum mahasiswa yang menjadi admin group pornografi

Rektor  Unipa Maumere; Mahasiswa Terlibat grup Pornografi Diskors atau Keluar
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Rektor Unipa Maumere,Ir.Angelinus Vincentius,M.Si 

Rektor  Unipa Maumere; Mahasiswa Terlibat grup Pornografi Diskors atau Keluar

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Rektor  Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere,  Dr. Ir. Angelinus  Vincentius, M.Si, menyesalkan   dugaan  keterlibatan  oknum  mahasiswa yang menjadi admin  grup  pornografi.   Ia  sangat marah karena  grup ini melakukan  add  kepada  hampir anak  SMP dan  SMA.   

“Kampus  tidak  mendidik mahasiwa   turutserta memerosotkan moral  kaum muda,” tegas  Angelinus Vincentius, kepada   POS-KUPANG.COM,  Rabu  malam.

Ia   menanggapi  ditangkapnya  admin  grup  pornografi Main Berani  yang dikelola  AGG  (23),  oknum mahasiswa perguruan tinggi   di  Maumere dan  GL 18).   Sedangkan YR  (16) pelajar kelas X  SMA  di  Maumere  mengelola admin  Grup  Gowa  Together.

Dari Grup Gowa Together, Muncul Senang Sama-Sama, Polres Sikka Buru Admin Grup Pornografi

“Jika  terbukti benar  kampus segera ambil  tindakan, diskors atau dikeluarkan.  Tergantung  hasil  pemeriksaan di polisi,”  tegas   Angelinus   Vincentius.

Angelinus  Vincentius  mengatakan  kampus membekali mahasiswa  dengan karakter  yang baik, bermoral  dengan nilai-nilai yang mumpuni  untuk  bisa  hidup bermasyarakat  dengan baik  dan kecakapan  hidup

Wakil Rektor   I   Unipa, Dr.Gery Gobang, S,Fil,MA  mengaku  terkejut  mendengar dugaan  oknum  mahasiswa yang diduga  menjadi   admin grup  pornografi. “Saya  akan akan  sampaikan kepada  Pak Rektor dan  Wakil Rektor  Bidang   Kemahasiswaan,”  kata   Gery Gobang,semalam.         

Pengrajin Tempe Bakunase Mengaku Sudah Minta Air bersih di Pemerintah

Kepala  SMASK  St. John    Paulus II,  RD. Fidelis   Dua,   mengatakan sekolah  berperan  besar  mendampingi anak-anak dalam  bermedsos. Sekolah  perlu  mengembangkan literasi   digital  secara  konsisten bagi anak-anak agar mereka melek medsos.

Menurut RD. Fidelis Dua, kisah ini  bisa juga disebabkan  keinginan  coba-coba.  Ini   bisa terjadi karena anak-anak tidak didampingi  dalam  bermedsos.   Ia  menyarankan sekolah  harus sungguh berkomitmen   menolong anak-anak.

“Kalau  di sekolah  kami,  setiap  beri  literasi digital  yang membantu anak-anak untuk melek medsos. Selalu ada pembinaan rohani   bagi anak-anak supaya  iman mereka dikuatkan,” kata RD   Fidelis. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved