Siswa SLBN Tenda Matim Berteriak Histeris Saat Simulasi Bencana

Simulasi dilakukan BPBD Manggarai juga dilakukan secara serempak di semua daerah di seluruh Indonesia .

Siswa SLBN Tenda Matim Berteriak Histeris Saat Simulasi Bencana
POS KUPANG/ARIS NINU
Simulasi penangana bencana yang digelar BPBD Manggarai di SLBN Tenda dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana. 

Siswa SLBN Tenda Matim Berteriak Histeris Saat Simulasi Bencana

POS-KUPANG-COM|RUTENG--Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi dan simulasi penangangan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Negeri atau SLBN Tenda, Ruteng, Jumat (26/4/2019) pagi.

Simulasi dilakukan BPBD Manggarai juga dilakukan secara serempak di semua daerah di seluruh Indonesia . 

Disaksikan POS-KUPANG.COM, Jumat (26/4/2019) pagi, sejumlah ASN dari BPBD tampak sedang melakukan simulasi dalam menjaga kesiapsiagaan dari bencana khususnya gempa bumi.

Turut hadir pula dalam simulasi tersebut anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Manggarai, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Karitas dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kota serta utusan dari kelurahan. 

Dalam simulasi tersebut ada bunyi sirene tanda ada bencana lalu  para siswa berkebutuhan khusus tersebut lari berhamburan ke luar kelas yang dipandu oleh bapak-ibu guru menuju ke halaman sekolah. Teriakan histeris dari para siswa pun mengiringi kegiatan simulasi tersebut. Tampak antusias dari para siswa ini pun sangat tinggi. 

Doni Monardo, Kepala Badan Nasioanal Penanggulan Bencana BNPB) Pusat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Liber Habut, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai menjelaskan, tren bencana dalam skala nasional terus meningkat setiap tahunnya.

Oleh karena itu, menurutnya, sejak tahun 2017 BNPB menginisiasi suatu gerakan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan nasional untuk menghadapi bencana dalam bentuk Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap tanggal 26 April.

Siswa SLBN Tenda Berteriak Histeris Saat Simulasi Bencana

VIDEO: Begini Pengakuan Guru Pengawas Ujian yang Lecehkan Siswi SD Peserta USBN di Kupang NTT

"Slogan 'Siap Untuk Selamat' mengedepankan empat hal penting yaitu pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan dini. Yang terkahir adalah memberi perhatian pada peningkatan kapasitas lembaga, sumber daya manusia, penguatan anggaran untuk pencegahan dan penggulangan bencana di masa yang akan datang," ujar Liber saat membacakan sambutaannya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN, Elias Dagung memberikan apresiasi kepada Pemkab Manggarai atas terselenggaranya kegiatan ini di SLBN Tenda. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan resiko bencana di sekolah serta mengembangkan ketahanan warga sekolah dalam menghadapi bencana," ujarnya. 

Selain itu, kata Elias, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan kepada masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninus)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved