Ini Tujuan Yayasan Pijar Timur Adakan Pelatihan Pembuatan APE Lokal Bagi Pendidik Anak Usia Dini

Kegiatan pelatihan pembuatan APE lokal bagi tenaga pendidik Paud ini melibatkan para tenaga pendidik se Kecamatan Aesesa.

Ini Tujuan Yayasan Pijar Timur Adakan Pelatihan Pembuatan APE Lokal Bagi Pendidik Anak Usia Dini
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana kegiatan pelatihan Permainan Alat Edukasi oleh Pijar Timur di Aula Kantor Kelurahan Danga Kabupaten Nagekeo, Jumat (26/4/2019). 

Ini Tujuan Yayasan Pijar Timur Adakan Pelatihan Pembuatan APE Lokal Bagi Pendidik Anak Usia Dini

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Yayasan Pijar Timur kerjasama kemitraan dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia dan Pemkab Nagekeo mengadakan pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) lokal bagi pendidik anak usia dini (Paud).

Kegiatan pelatihan pembuatan APE lokal bagi tenaga pendidik Paud ini melibatkan para tenaga pendidik se Kecamatan Aesesa.

Pelatihan digelar sejak, Kamis (25/4/2019) hingga Sabtu (27/4/2019) bertempat di Aula Kantor Kelurahan Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo.

Direktur Pijar Timur, Vinsensius Kia Beda, menjelaskan, pengembangan PAUD merupakan salah satu objective yang ada dalam Program Kerja Sama Kemitraan ECCD antara Yayasan Pijar Timur Indonesia dengan Plan International Indonesia Program Area Flores.

Di Acara Syukuran Pelantikan, Bupati Ende Sebut Berhasil Jadikan Ende Perencana Terbaik Nasional

Ngada Tuan Rumah Ecotourism Gathering Tahun 2019

Kemdikbud Cari 40 Guru Untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri

Dalam objective ini, salah satu target output yang ingin dicapai yaitu semua anak usia 4-6 tahun bisa mengakses setiap Pusat PAUD yang ada di desa sehingga setiap anak memiliki kesiapan untuk masuk ke sekolah dasar.

"Diharapkan semua anak pada usia tersebut tanpa kecuali termasuk yang disabel bisa berperan serta dalam setiap kegiatan PAUD. Agar aktifitas PAUD bisa menarik perhatian anak, maka aktifitas harian harus ada alat-alat permainan dibuat sedemikian rupa agar bisa mengembangkan semua potensi anak. Dengan aktifitas yang menarik maka anak akan lebih memilih untuk mau bermain sambil belajar di ECCD Center daripada di rumah," ujar Vinsensius.

Vinsensius mengatakan untuk dapat meyakinkan setiap anak yang akses ke ECCD Center bisa aktif terlibat di kegiatan harian maka setiap lembaga PAUD yang ada harus benar-benar berkualitas dari aspek sumber daya manusia yakni para guru dan pengelolanya serta kualitas dari aspek sumber daya material bahan pembelajaran dan permainan serta siklus harian PAUD.

"Salah satu upaya unttuk mendukung kelembagaan PAUD yang berkualitas adalah memberikan pelatihan kepada para Guru PAUD tentang bagaimana merancang atau mempersiapkan kurikulum yang dapat menjawab tujuan umum dari pembentukan PAUD yakni anak sukses dalam perkembangan, sukses di PAUD dan sukses di pendidikan lanjutan," terangnya.

Ia juga menyampaikan, selain itu perlunya para pendidik atau pengasuh dan pengelola perempuan dan laki-laki secara setara dan bersama-sama untuk memproduksi bahan permainan dan pembelajaran yang murah tetapi memiliki dampak tinggi guna menstimulasi perkembangan anak.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved