Pemilu 2019

Ridwan Kamil Serahkan Santunan Petugas Penyelenggara Pemilu Wafat Saat Pemilu 2019

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Serahkan Santunan Petugas Penyelenggara Pemilu Wafat Saat Pemilu 2019

Ridwan Kamil Serahkan Santunan Petugas Penyelenggara Pemilu Wafat Saat Pemilu 2019
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (23/10/2018). 

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Serahkan Santunan Petugas Penyelenggara Pemilu Wafat Saat Pemilu 2019

POS-KUPANG.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan santunan sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing keluarga dan ahli waris petugas penyelenggara pemilu yang wafat saat tugas di Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 di Jawa Barat.

Santunan itu merupakan bentuk duka mendalam dan penghargaan setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Jabar dan masyarakat kepada mereka, para pahlawan demokrasi dan pahlawan Jabar yang telah berjuang membela cita-cita Indonesia.

Ribuan Personel TNI dan Polri Dikerahkan Amankan Deklarasi Prabowo-Sandiaga di TMII

"Hari ini kami ingin memberikan penghargaan setingginya pada warga terbaik Jabar yang berjuang membela cita-cita Indonesia. Kami sangat bersedih dan menyampaikan rasa duka dari lubuk hati terdalam," ucap Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/4/2019).

Kang Emil sendiri menyerangkan santunan tersebut didampingi istri Atalia Praratya, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, dan Ibu Wakil Gubernur Lina Marlina Ruzhanul Ulum, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/4/19).

Prajurit TNI dari Kodim 1625/Ngada Ikut Latihan Menembak

Perlu diketahui, terhitung dari tanggal 10 April 2019 hingga saat ini, petugas pemilu di Jabar yang wafat berjumlah 49 orang. Rincainya teridiri dari 34 orang petugas KPPS, PPK, PPS dan KPU, 10 orang Panwas, dua orang linmas, serta tiga petugas pengamanan dari kepolisian. Para petugas penyelenggara pemilu yang wafat ini tersebar di sejumlah daerah di Jabar.

Mereka wafat saat mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses pemilu. "Intinya mereka adalah individu yang mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses pemilu. Rata-rata meninggal dunia karena kelelahan, kecelakaan, penyakit dan faktor usia," kata Emil, sambil tak kuasa menahan air matanya.

Fasilitas pemeriksaan kesehatan Saat ini proses penghitungan suara pemilu secara manual masih berlangsung hingga tanggal 22 Mei 2019.

Kang Emil pun tak ingin peristiwa serupa yang menimpa petugas pemilu terjadi lagi di Jawa Barat. Untuk itu, Gubernur telah memerintahkan sekretaris daerah untuk membuat surat edaran gubernur kepada 27 bupati dan wali kota se-Jabar.

Dalam surat edaran itu, para kepala daerah tingkat dua diharuskan memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan kepada petugas pemilu.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved