Program RPM Menjawabi Kebutuhan Petani Sawah

Pemerintah terus memperluas lahan garapan, baik lahan basah maupun lahan kering. Lahan-lahan di Malaka harus digarap secara optimal

Program RPM Menjawabi Kebutuhan Petani Sawah
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Petani di Harekakae, Kabupaten Malaka saat memanen padi sawah, Minggu (21/4/2019). 

Program RPM Menjawabi Kebutuhan Petani Sawah

POS-KUPANG.COM----Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Daniel Asa (Alm) benar-benar menjawabi kebutuhan petani sawah di Malaka.

Melalui program RPM, pemerintah kosentrasi mengurus sejumlah kebutuhan petani sawah seperti,
traktor, irigasi, benih unggul, pupuk, obat-obatan dan pendampingan. Ketika kebutuhan ini terpenuhi maka petani tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan sawah. Hasil yang dicapai juga memuaskan bagi petani.

Hal ini dikatakan Donatus Bria, petani sawah dari Harekakae dan Hendrikus Bere, petani dari Kletek Kecamatan Malaka Tengah kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Menurut Donatus dan Hendrikus, mereka tetap mendukung program RPM agar terus dilaksanakan di Kabupaten Malaka karena melalui program RPM, kebutuhan para petani bisa terpenuhi.

Ketika program RPM dijalankan, pemerintah konsentrasi mengurus hal-hal yang menjadi kebutuhan para petani seperti, mengurus irigasi agar air berjalan lancar sampai ke sawah.

“Suplai air bagus dan lancar. Kami petani hanya butuh ini. Kalau panen kami baik, pasti kami tidak akan kelaparan dan hasilnya bisa sekolahkan anak-anak kami," kata Donatus Bria.

Pemerintah juga menyediakan benih padi unggul agar produksi padi meningkat dan bermutu. Memberikan pendampingan kepada petani agar menerapkan tata tanam jajar legowo sehingga memberikan hasil yang bagus dan meningkat. Hal ini sudah dirasakan petani sejak program RPM dilaksanakan.

Selain itu, pemerintah membantu pupuk dan obat-obatan bagi petani agar padi yang ditanam itu bertumbuh dan berkembang dengan baik dan subur serta hasil produksinya juga memuaskan.

Menurut Donatus, bantuan yang diberikan pemerintah itu secara gratis. Hal ini sungguh sangat membantu petani dalam aspek biaya operasional dalam mengerakan sawah. Apabila pemerintah tidak membantu maka otomatis petani sawah bekerja sesuai kemampuannya dan petani akan mengelola sawah tidak optimal akibat keterbatasan biaya. Hal ini tentu berdampak pada hasil produksi kurang memuaskan.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved