Ketua KPU NTT Pantau Pelaksanaan Pleno PPK di Kabupaten Kupang

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, Thomas Dohu, melakukan pemantauan pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilpres dan Pileg tingkat PPK

Ketua KPU NTT Pantau Pelaksanaan Pleno PPK di Kabupaten Kupang
POS-KUPANG.COM/ Edy Hayong
KPU NTT pantau rekapitulasi suara tingkat PPK di Kabupaten Kupang 

Ketua KPU NTT Pantau Pelaksanaan Pleno PPK di Kabupaten Kupang

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, Thomas Dohu, melakukan pemantauan pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilpres dan Pileg tingkat PPK di Kabupaten Kupang.

Titik pemantauan yang dilakukan Ketua KPU NTT didampingi Ketua KPU Kabupaten Kupang, Elyaser Lomi Rihi didampingi anggota komisioner lainnya yakni pleno PPK di Kecamatan Kupang Timur dan Kecamatan Kupang Tengah.

Thomas Dohu ketika ditemui di Kantor Camat Kupang Timur di Babau, Rabu (24/4/2019) mengatakan, kehadirannya untuk melihat proses pleno PPK dan tidak ada agenda lainnya.

Catatan KPU Kupang, Dua Petugas Pelaksanaan Pemilu Meninggal Dunia

Dua titik pemantauan yakni Kupang Timur dan Kupang Tengah ini sekaligus memotivasi penyelenggara termasuk mendapatkan masukan-masukan.

Kapolsek Kupang Timur, Ipda Fery Nur Alamsyah, S.Ik pada kesempatan ini mengatakan, pada dialog dengan Ketua KPU NTT, dirinya melaporkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban berjalan kondusif.

Dirinyapun melaporkan soal kondisi fisik penyelenggara yang secara marathon melakukan pleno termasuk pengamanan yang dilakukan anggota.

Untuk itu, kata Fery, kepada Ketua KPU NTT dirinya melaporkan bahwa pleno dibatasi sampai pukul 18.00 wita untuk diskors dan dilanjutkan pada keeesokan harinya.

Di Papua, Surat Suara dan Kotak Suara Pemilu Dibakar, Begini Penjelasan Polri

"Kasihan kondisi fisik petugas PPK. Makanya dengan laporan itu ketua KPU NTT bisa membahasnya lebih lanjut agar kondisi fisik anggota PPK maupun PPS fit sampai final pleno ini. Bagaimana kalau mereka sakit tentu proses pleno bisa terhambat," katanya.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved