Pemilu 2019

Catatan KPU Kupang, Dua Petugas Pelaksanaan Pemilu Meninggal Dunia

Catatan KPU Kabupaten Kupang, Dua Petugas Pelaksanaan Pemilu Meninggal Dunia

Catatan KPU Kupang, Dua Petugas Pelaksanaan Pemilu Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Ketua KPU Kabupaten Kupang, Elyaser Lomi Rihi 

Catatan KPU Kabupaten Kupang, Dua Petugas Pelaksanaan Pemilu Meninggal Dunia

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Pelaksanaan pemilu Pilpres dan Pileg di Kabupaten Kupang berjalan aman, lancar dan damai. Proses saat ini tengah dilakukan pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK yang batas akhir tanggal 4 Mei 2019.

Namun, dalam penyelenggaraan tahapan pemilu ini, dua orang petugas tercatat meninggal dunia yakni Kapospol Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Aiptu (Anumerta) Stefanus Pekuali dan petugas PPK di Amfoang Utara.

Ini Harapan MUI NTT untuk Pembangunan Kota Kupang

Ketua KPU Kabupaten Kupang, Elyaser Lomi Rihi menyampaikan hal ini kepada POS- KUPANG.COM, Rabu (24/4/2019).

Ely menjelaskan, seluruh proses pelaksanaan pemilu sejak persiapan lalu pelaksanaan pemungutan suara dan kini pleno di PPK, masih berjalan aman dan lancar.

BREAKING NEWS: Janda Tua Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Bola

Belum ada satupun kecamatan yang telah menyelesaikan pleno karena sesuai jadwal sampai tanggal 4 Mei. Kendala yang terjadi hanyalah bahwa dua orang petugas meninggal dunia baik sebelum hari H maupun setelah hari H pencoblosan.

Dirinya menyebutkan bahwa petugas PPK di Amfoang Utara pada tanggal 13 April, selesai memberikan bimtek kepada KPPS di wilayah itu, setelah kembali menderita sakit.

Oleh keluarga membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis namun nyawanya tidak tertolong.

Petugas lain yang meninggal, kata Ely, Kapospol Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur yang meninggal kecelakaan lalulintas usai melakukan tugas di Kecamatan Kupang Timur.

"Untuk kasus ini tugas kami di KPU Kabupaten Kupang melaporkan ke KPU Pusat bahwa saat pelaksanaan pemilu ada petugas yang mengalami musibah. Nanti langkah yang diambil KPU Pusat seperti apa tentu kami akan diberitahu," jelasnya.

Ditanya soal bentuk perhatian atas musibah yang dialami penyelenggara yang kini masih menjalankan tugas misalnya sakit atau musibah lain, Ely mengatakan, tidak ada aturan khusus yang mengatur mengenai hal ini.

Tentu kondisi seperti ini menjadi bahan masukan kepada KPU Pusat untuk dievaluasi lebih lanjut untuk tugas-tugas penyelenggara pada pelaksanaan pemilu berikutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved