Atasi Krisis Air Minum di Kota Kupang, Pemkot Rencana Bangun 10 Sumur Bor

Atasi Krisisi air minum di Kota Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berencana membangun 10 sumur bor dan 10 reservoar.

Atasi Krisis Air Minum di Kota Kupang, Pemkot Rencana Bangun 10 Sumur Bor
POS-KUPANG.COM/ OBY LEWANMERU
Ketua DPC Partai Demokrat NTT, Jefri Riwukore 

Atasi Krisis Air Minum di Kota Kupang, Pemkot Rencana Bangun 10 Sumur Bor

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Atasi Krisisi air minum di Kota Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berencana membangun 10 sumur bor dan 10 reservoar.

Upaya ini ditempuh apabila belum ada kepastian pengalihan pengelolan Bendungan Tilog dari BLUD SPAM ke Pemkot Kupang.

Hal ini disampaikan Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore saat diwawancarai di Rumah Jabatan Walikota, Rabu (24/4/2019) malam.

Walikota Kupang: Kami Sedang Menata Kota Kupang

Jefri mengakui, persoalan air bersih menjadi tantangan tersendiri di Kota Kupang dan sudah berlangsung lama.
"Untuk itu, kita jadikan sebagai prioritas pembangunan di tahun ini," kata Jefri.

Dijelaskan, salah satu program pemerintah setempat yang masih diupayakan adalah air bersih. Sedangkan, soal program lain sudah berjalan.

"Khusus air bersih memang kita terus berupaya dan berkoordinasi agar bisa teratasi dalam pemerintahan kami. Kita juga masih berkoordinasi dan berusaha agar pengelolaan Tilong bisa dialihkan ke Pemkot," katanya.

Dikatakan, apabila upaya pengalihan pengelolaan Bendungan Tilong itu belum berhasil, maka Pemkot Kupang akan berupaya mencari sumber air dengan membuat sumur bor dengan 10 reservoar.

Apresiasi dan Harapan Ketua Magabudhi NTT untuk Kota Kupang

Selain itu, Jefri mengatakan, salah satu program yang gencar dilakukan adalah penataan birokrasi , transparansi pelayanan dan pemberantasan korupsi.

"Pasti ada yang nilai penataan birokrasi tidak jalan, tapi kami gencar lakukan penataan birokrasi yang bebas dari KKN. Korupsi itu masih jadi budaya, karena itu kita kerjasama dengan KPK untuk pencegahan korupsi," katanya.

Sedangkan soal pelayanan publik, ia mengatakan, yang menjadi perhatian dalam pelayanan publik adalah pelayanan di Kantor Dinas Dukcapil dan Perizinan Satu Pintu. "Kita sudah mulai benahi secara bertahap di Kantor Dukcapil dan kantor Pelayanan Perizinan. Khusus di Dukcapil, saat ini pelayanan sudah sangat baik dan cepat, " katanya.

Dikatakan, dalam pelayanan KTP -e ,warga sudah merasakan pelayanan yang prima saat ini, bahkan, ada program Atris (antar gratis), apabila KTP -e selesai dicetak dan warga tidak mengambil,maka petugas akan mengantarkannya ke alamat pemilik KTP -e. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved