Robert Sebut Ini Kelemahan Bank Perkreditan Rakyat

Non Performing Loan atau kredit bermasalah di NTT 2,3 persen. Namun untuk BPR, 6,2 persen.

Robert Sebut Ini Kelemahan Bank Perkreditan Rakyat
KOMPAS.com/Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi uang 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Non Performing Loan atau kredit bermasalah di NTT 2,3 persen. Namun untuk BPR, 6,2 persen.

Karena beberapa nasabah yang datang ke BPR tidak bisa melengkapi persyaratan di Bank Umum. Sehingga calon debitur lebih memilih BPR dengan bunga yang lebih tinggi.

Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar, kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (23/4/2019), mengatakan, calon debitur peminjam di BPR karakteristiknya lebih tinggi dibandingkan dari Bank Umum. Mereka mau datang ke BPR dengan kesulitan bunga lebih tinggi, mengakibatkan kemampuan untuk mengembalikan kredit jadi bermasalah.

"Nasabah di BPR resiko kredit lebih tinggi, ditambah dengan kondisi perekonomian dan perkembangan usahannya. Sebagian besar perdagangan besar. Beberapa nasabah kendalanya pada bisnis," ujarnya.

OJK Terapkan Dua Sistem Pengawasan

Marquez Masih Favorit Juara Meski Terjatuh di MotoGP Amerika 2019

Selanjutnya, manajemen resiko kredit di BPR. Ini yang terus coba tingkatkan. "Belakangan kita minta juga di BPR ada fungsi kepatuhan, SDM juga demikian. BPR didorong proses bisnisnya karena masih ada beberapa kelemahan dalam proses penyaluran kredit di BPR dari sisi analisis, dibandingkan di bank umum yang merincikan kebutuhan modal kerja dan investasi.

Sedangkan di BPR tidak dihitung secara persis berapa perlunya calon debitur, kalau memperoleh lebih besar dari kebutuhan cenderung dana dipakai yang lain," terangnya.

Jadi, kata Robert, inilah yang perlu diedukasi ke masyarakat agar meminjam uang sesuai kebutuhan. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved