Hari Bumi 2019, WALHI NTT Suarakan Jaga Sabana di NTT

Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya menjadi momentum bagi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT untuk menyuarakan kepada semua

Hari Bumi 2019, WALHI NTT Suarakan Jaga Sabana di NTT
istimewa
Divisi Sumber Daya Alam WALHI NTT, Rima Melani Bilaut 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hari Bumi yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya menjadi momentum bagi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT untuk menyuarakan kepada semua pihak untuk menjaga sabana yang berada di Provinsi NTT.

Demikian disampaikan oleh Divisi Sumber Daya Alam WALHI NTT, Rima Melani Bilaut melalui siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM pada Senin (22/4/2019) sore.

Rima menjelaskan, WALHI NTT menyuarakan agar sabana sebagai penyimpan karbon, harus tetap dijaga kelestariannya karena memiliki kontribusi dalam hidup manusia.

Sabana tidak dapat dipandang sebagai lahan yang tidak memiliki manfaat, karena tanpa dimanfaatkan pun, sabana telah memberikan manfaat dengan caranya sendiri.

"Selain itu WALHI NTT juga meminta pemerintah agar memperhatikan keberadaan ekosistem-ekosistem unik seperti ekosistem sabana di NTT sehingga tidak ada lagi pembangunan yang mengancam keberlangsungan ekosistem sabana dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem ini," ujarnya.

Pertandingan Persija Jakarta vs Ceres, Ivan Kolev Ingin Bahagiakan Jakmania

Rima menjelaskan, merayakan hari bumi berarti mengusahakan keberlanjutan hidup ekosistem yang hidup di dalamnya, seperti, ekosistem sabana. Di Nusa Tenggara Timur luas ekosistem sabana mencapai 2,3 juta ha (Riwu Kaho: 2005) atau sekitar 22% dari jumlah daratan NTT.

Ekosistem sabana penting dijaga kelestariannya sebagai ciri khas NTT. Mengapa Sabana di NTT perlu untuk dilestarikan? Karena manfaatnya dalam menyimpan karbon.

Sabana, kata Rima, merupakan suatu lanskap yang unik dan kompleks dimana rerumputan, perdu, semak dan pepohonan secara bersama-sama berada pada kondisi dinamika yang seimbang (Schmidt et al., 2010). Curah hujan yang rendah menyebabkan sabana ditemui sebagai hamparan padang rumput tropis yang luas di permukaan bumi.

Karena memiliki ciri khas yang unik, menurut Rima, sabana menjadi tempat yang sering diincar untuk sekedar menikmati keindahannya atau pun sebagai arena perluasan investasi dengan dalil pengalihfungsian lahan.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved