Walikota Jefri Riwu Kore Lepas Ratusan Peserta Karnaval Budaya Jemaat Benyamin Oebufu Kupang

Walikota Kupang melepas secara resmi ratusan peserta Karnaval Budaya dalam Festival Paskah GMIT Jemaat Benyamin Oebufu Kupang

Walikota Jefri Riwu Kore Lepas Ratusan Peserta Karnaval Budaya Jemaat Benyamin Oebufu Kupang
POS KUPANG/RYAN NONG
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore 

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore Lepas Ratusan Peserta Karnaval Budaya Jemaat Benyamin Oebufu Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Walikota Kupang melepas secara resmi ratusan peserta Karnaval Budaya dalam Festival Paskah GMIT Jemaat Benyamin Oebufu Kupang pada Minggu (21/4/2019) siang.

Pelepasan peserta karnaval ditandai dengan pengangkatan bendera GMIT Jemaat Benyamin Oebufu di gerbang Gereja yang berada di jalan Rukun No 1 Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang sekira pukul 14.30 Wita.

Saat itu, Walikota Jefri Riwu Kore didampingi oleh Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti dan Anggota DPRD NTT dari Partai Demokrat, Winston Rondo.

Para peserta yang mengikuti karnaval Budaya tersebut merupakan anggota jemaat yang berasal dari 16 Rayon jemaat yang mengenakan pakaian dari berbagai etnis. Selain mengenakan pakaiannya etnis, anggota jemaat tiap rayon juga menampilkan simbol etnis yang dihias pada mobil karnaval.

Peserta pertama, berasal dari rayon VI yang mengenakan pakaian dari etnis Sabu. Mereka menampilkan simbol seorang ibu Sabu sedang menenun. Mereka juga menampilkan tulisan Paskah Menenun Kita dalam Persekutuan Kasih.

Rayakan Paskah, Jemaat Benyamin Oebufu Kupang Gelar Karnaval Budaya

Festival Paskah Jemaat Benyamin Oebufu Kupang, Momentum memulihkan Relasi yang Rusak

BERITA POPULER: Ustadz Yusuf Mansur Berduka, Hadiah Jungkook & Doa Paus Fransiskus Untuk Sri Lanka

Berurutan rayon VII menampilkan pakaian dari etnik Rote. Simbol yang mereka bawakan melalui mobil karnaval adalah Haik besar di atas bukit dengan tulisan Allah mengampuni segala dosa.

Peserta ketiga berasal dari rayon VIII yang mengenakan pakaian etnik Maumere-Sikka. Mereka menampilkan simbol Waning (Tambur) besar dengan jam di atasnya. Mereka menampilkan tulisan Pujilah Tuhan pemberi segala kehidupan.

Berikutnya etnis Amfoang dari rayon XII dengan simbol pilu besar berwarna putih coklat dengan tulisan mahkota duri telah diganti dengan kemuliaan.

elanjutnya rayon II yang mengenakan pakaian etnik Malaka dengan simbol Matahari besar dengan tulisan Kuasa maut telah ditaklukan.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved