Tragedi Kematian Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali, Rencana Dampingi Anak Sidi Sirna

KEMATIAN manusia merupakan misteri. Tidak dapat diprediksi siapapun. Kapan itu terjadi, hanya kuasa Tuhan

Tragedi Kematian Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali, Rencana Dampingi Anak Sidi Sirna
POS KUPANG/EDY Hayong
Suasana penguburan Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali oleh anggota Polres Kupang secara kedinasan, Minggu (21/4/2019) 

Tragedi Kematian Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali, Rencana Dampingi Anak Sidi Sirna

POS-KUPANG.COM--"KEMATIAN manusia merupakan misteri. Tidak dapat diprediksi siapapun. Kapan itu terjadi, hanya kuasa Tuhan".

Demikian nukilan penggalan kalimat yang keluar dari mulut Kepala Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Timur, Keleopas Nome, ketika didaulat memberikan sambutan pada acara penguburan almarhum Aiptu (Anumerta) Stef Pekuwali, Minggu (21/4/2019) petang.

Almarhum mendapat kenaikan pangkat luar biasa Anumerta dari Aipda ke Aiptu (Anumerta) yang diberikan institusi Polri karena  gugur dalam operasi kepolisian terkait pengawalan Pemilu serentak tanggal 17 April lalu.

Suasana penguburan almarhum dihadiri ratusan pelayat yang datang dari berbagai penjuru. Proses penguburan dilakukan dalam upacara kedinasan yang dipimpin Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, S.Ik dengan pemimpin upacara, Kapolsek Kupang Timur, Ipda Fery Nur Alamsyah.

Sebelumnya dilaksanakan ibadah bersama yang dipimpin Pendeta Yane Wadu Udju.

Istri almarhum, Febe Marianti Djala Raga, ditemani putra sulungnya, Galang Pekuwali yang mengenakan baju putih dan kain adat Sumba, setia mendampingi peti almarhum.

Pelayat satu per satu menyalami istri almarhum dan kerabat dekat mereka. Pada Sabtu (20/4/2019), istri almarhum menuturkan bahwa almarhum melakukan tugas di Kupang Timur terkait pelaksanaan pemilu.

Sinopsis & Live Streaming Drama Korea Sky Castle Episode 6 Tayang Senin 22 April 2019 di Trans TV

Walikota Janjikan Pemerintah akan Terlibat Dalam Kegiatan Festival Keagamaan Pada Tahun Mendatang

Daniel Hurek: Yang Kami Perjuangkan Itu Idealisme Negara Bangsa

BERITA POPULER: Ustadz Yusuf Mansur Berduka, Hadiah Jungkook & Doa Paus Fransiskus Untuk Sri Lanka

Sebelum tragedi maut menimpa suaminya, Jumat (19/4/2019), tutur Febe, dirinya menerima telepon dari almarhum yang mengabarkan kalau kondisi badannya agak sakit karena flu. Untuk itu almarhum mengabarkan siap pulang apalagi pada hari itupun akan mengikuti perjamuan Jumat Agung.

"Saya terima telepon dan almarhum katakan mau pulang lalu minta siapkan seragam karena habis perjamuan akan pulang lagi bertugas. Saya kemudian masak air panas supaya begitu beliau tiba mau putar minum karena mau ke gereja ikut perjamuan," tutur Febe, guru pada SD di Labat.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved