Tarian Hegong Meriahkan Pesta Paskah di Gereja Paroki Sang Penebus Waingapu

tarian hegong tampil meriah dengan diiringi oleh musik gong gedang yang dimainkan oleh para lelaki atau dalam bahasa Sikka

Tarian Hegong Meriahkan Pesta Paskah di Gereja Paroki Sang Penebus Waingapu
POS KUPANG/ROBERTUS ROPO
Para penari sedang menampilkan tarian hegong. 

Tarian Hegong Meriahkan Pesta Paskah di Gereja Paroki Sang Penebus Waingapu

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Tarian hegong yang merupakan tarian adat kebesaran bagi masyarakat di Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur ikut memeriahkan pada acara misa hari raya paskah bagi umat Katolik di gereja Paroki Sang Penebus Wara Waingapu, di Keuskupan Weetabula, Minggu (21/4/2019).

Pada misa hari raya paskah yang dipimpin langsung oleh pastor paroki Sang Penebus Wara Waingapu pater Lino Maran, CSsR itu, tarian hegong tampil meriah dengan diiringi oleh musik gong gedang yang dimainkan oleh para lelaki atau dalam bahasa Sikka disebut moat-moat Sikka.

Tarian hegong itu dipentaskan oleh nong dan nona atau pemuda pemudi yang merupakan darah turunan daerah Kabupaten Sikka yang tinggal di Kota Waingapu. Tarian itu dipimpin oleh Nona Venda.

Mereka tampak mengenakan pakian adat Sikka yang dilengkapi dengan ikun, lesu, dan reng sebagai atribut menarinya. Sentakan kaki, lenggang leggoknya badan, dan bunyi musik gong gedang tersebut gegap gempita dan mampu menghipnotis para umat.

Sempat Tak Ada di TKP, Sopir Bus Pariwisata yang Menabrak Pohon Diamankan dari Rumah Keluarga

Anda Ingin ke Kabupaten Rote Gunakan Kapal Feri, Ini Jadwalnya

Kalah Banding dengan PT Maspion, Pemkot Surabaya Akan Mengambil Langkah Hukum

Orang tua Peguyupan Etnis Bakalikat Maumere, Sikka Frans Ware kepada POS-KUPANG.COM, Senin (22/4/2019) mengatakan, tarian hegong yang merupakan tarian adat Sikka tersebut tampil pada misa hari raya paskah di gereja Sang Penebus Wara Waingapu dari Etnis Bakalikat Maumere.

Kata dia, Etnis Bakalikat Maumere dipercayakan oleh gereja Sang Penebus Wara untuk memeriahkan misa Hari Raya Paskah pada tarian pembukaan dan persembahan yang dibawakan oleh Nona Venda bersama kelima temanya serta dua teman Nong Sikka Maumere dengan Tarian Hegong.

"Jadi kita memilih tampilkan tarian adat Sikka yakni tarian hegong karena Etnis Bakalikat Maumere dipercayakan oleh pihak gereja Sang Penebus Wara Waingapu untuk ikut memeriahkan hari raya paskah,"Jelas Frans.

Bersiap, Inilah Deretan Idol KPop yang Bakalan Comeback di Bulan Mei 2019, Ada Favoritmu?

Sempat Tak Ada di TKP, Sopir Bus Pariwisata yang Menabrak Pohon Diamankan dari Rumah Keluarga

Anda Ingin ke Kabupaten Rote Gunakan Kapal Feri, Ini Jadwalnya

Frans juga mengatakan, tujuan penampilan tarian hegong ini untuk memeriahkan Hari Raya Kebangkitan Kristus Jurus Selamat Umat Manusia/ dunia pada tanggal 21 April 2019. Dan juga sebagai bentuk mencintai budaya dan mempromosikan tarian adat Sikka khususnya tarian hegong yang merupakan tarian adat Sikka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved