NPL di NTT 2,3 Persen Jauh Lebih Baik dibanding Nasional

Saat ini Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di NTT 2,3 persen lebih baik daripada nasional mencapai 2,59 persen, yang terdiri dari Bank

NPL di NTT 2,3 Persen Jauh Lebih Baik dibanding Nasional
Pos Kupang.com/Yen
KINERJA KEUANGAN -- Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK NTT, Suryanto Nur Hidayat Bagus Mataram, menjelaskan kinerja keuangan NTT, Senin (22/4/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Saat ini Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di NTT 2,3 persen lebih baik daripada nasional mencapai 2,59 persen, yang terdiri dari Bank Umum Konvensional 2,5 persen, Syariah 3,5 persen dan BPR 6,99 persen.

Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK NTT, Suryanto Nur Hidayat Bagus Mataram pada Coffee Morning Ngobrol Santai Bareng Media di Kantor OJK NTT, Senin (22/4/2019), ketika menyampaikan Kinerja Keuangan Perbankan NTT menjelaskan NPL adalah rasio antara kredit bermasalah dengan total kredit yang disalurkan.

Semakin tinggi kredit bermasalah maka semakin tinggi rasio NPL-nya, sehingga menjadi kurang baik.

Ia mengatakan Bank Umum terdapat lima kualitas kredit yaitu kredit lancar, dalam pengertian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet. Tiga utama dikategorikan NPL.

Sedangkan BPR, terdiri dari kredit lancar, kurang lancar, diragukan dan macet. Bila kurang lancar hingga macet maka sudah masuk dalam NPL.

Untuk KUR di NTT ada 8 bank penyalur yaitu BRI, BNI, BTN, BCA, Bukopin, Arta Graha, BPD NTT, Mandiri, dan satu koperasi. Untuk Desember 2018 secara nasinal mencapai target.

Tahun 2019 target Rp 140 Triliun, pada Maret 2019 telah mencapai Rp 35 Triliun atau 25 persen dari target.

Sedangkan di NTT pada tahun 2018 tidak mencapai target yaitu hanya Rp 1,49 triliun dari target Rp 1,6 Triliun. Oleh karena itu tahun ini target diturunkan dan telah mencapai Rp 421 m.

Sedangkan industri keuangan non bank, perusahaan pembiayaan non bank di NTT meningkat dari Rp 1,51 T menjadi Rp 1, 546 T dan secara nasional tumbuh Rp 3,8 T, dari Rp 451 menjadi Rp 456 T,

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved