Hari Kartini 2019

Ketsia A S Lanoe: Kartini Pelopor Kemajuan Perempuan Indonesia

Menurut Ketsia A S Lanoe: Kartini Pelopor Kemajuan Perempuan Indonesia

Ketsia A S Lanoe: Kartini Pelopor Kemajuan Perempuan Indonesia
ISTIMEWA
Ketsia A S Lanoe, ST, MT, suami dan anak-anak 

Menurut Ketsia A S Lanoe: Kartini Pelopor Kemajuan Perempuan Indonesia

POS-KUPANG.COM - SEKITAR 140 tahun yang lalu atau tepatnya tanggal 21 April 1879, lahir seorang perempuan di Jepara, Provinsi Jawa Tengah, bernama Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini. Perempuan ini kemudian menjadi terkenal karena perjuangannya mewujudkan emansipasi pria dan wanita.

Perjuangan RA Kartini kala itu seperti membuka kran yang tersumbat bagi kaum perempuan. Sebab perempuan yang secara hakiki memiliki kelebihan yang tidak dimiliki laki-laki, seperti dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui, juga memiliki kemampuan lebih sama seperti laki-laki.

Walikota Jefri Riwu Kore Lepas Ratusan Peserta Karnaval Budaya Jemaat Benyamin Oebufu Kupang

Berkat perjuangannya yang gigih saat itu, perempuan tidak hanya memiliki kelebihan secara hakiki, tapi juga berkualitas, berpendidikan, berkarya, berinovasi, dan berpartisipasi dalam berbagai bidang sehingga bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi keluarga, bangsa dan negara.

Ketsia A S Lanoe, ST, MT dan suami
Ketsia A S Lanoe, ST, MT dan suami (ISTIMEWA)

Bagi Ketsia A S Lanoe, ST, MT, RA Kartini adalah sosok wanita yang sederhana, yang tidak membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin. Bahkan RA Kartini memperjuangkan nasib rakyat jelata agar memiliki kesempatan memperoleh pendidikan layaknya kaum ningrat. RA Kartini juga tidak menampilkan gaya hidup seorang bangsawan berdarah "biru."

Menurut istri dari Roberth M Adoe, SE ini, memaknai perjuangan RA Kartini akan terlihat jelas ketika kita mewujudkan emansipasi yang diperjuangkannya. Emansipasi yang diajarkan RA Kartini adalah adanya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam menuntut ilmu, memperluas wawasan dan memiliki peran dalam memajukan bangsa.

Walikota Janjikan Pemerintah akan Terlibat Dalam Kegiatan Festival Keagamaan Pada Tahun Mendatang

"Jadi bukan emansipasi yang menuntut persamaan peran dan fungsi dalam kehidupan antara kaum wanita dengan kaum pria. Pada dasarnya akan selalu ada perbedaan peran dan fungsi wanita dan pria," kata ibu dua anak, Willy dan Erick, yang kini mengemban Jabatan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Madya, Subdit Manajemen Konstruksi, Direktorat Pembangunan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini.

Ketsia A S Lanoe, ST, MT
Ketsia A S Lanoe, ST, MT (ISTIMEWA)

Menurutnya, keberadaan RA Kartini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa, karena Kartini telah menjadi pelopor untuk kemajuan perempuan di Indonesia. Perjuangan seorang Kartini muda semasa hidupnya mampu memberikan dampak positif bagi perempuan masa kini.

"Sekarang ini banyak perempuan yang berprestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional," kata perempuan pengagum Hillary Clinton dan Sri Mulyani ini.

Tentu ada alasan mengapa Ketsia, demikian Sona Lanoe, biasa dipanggil mengagumi dua perempua ini. "Hillary Clinton itu seorang perempuan yang dihormati oleh dunia, seorang perempuan yang pintar dan cerdas tapi peduli dengan anak-anak. Sedangkan Sri Mulyani, selain memiliki kepandaian dan kepribadian yang kuat, ia juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga," katanya.

Perempuan yang memulai kariernya di Kementerian PU sejak 1991 ini mengatakan, tantangan bagi perempuan masa kini yang sudah sukses dan maju adalah agar tetap setia pada keluarganya. "Ini penting karena meskipun Kartini telah sukses mengembangkan wawasannya tapi tetap menomorsatukan keluarganya," katanya.

Walaupun sibuk dengan tugasnya sebagai PNS di Kementerian PUPR, namun Sona Lanoe juga tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti gereja maupun diluar gereja sebagai ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Lalu, bagaimana ia membagi waktu sehingga bisa menjalankan tugas rutinnya sebagai pegawai kantoran dan sebagai ibu rumah tangga?

"Menjadi kodrat wanita harus pandai-pandai mengatur waktu bersama suami dan anak-anak dan mendampingi anak-anak dalam sekolah mereka. Saling membantu dengan sang suami, beliau menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan dua buah hati," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, kanis jehola)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved