Rayakan Paskah, Warga Kristen Gaza Menanti Izin Israel Masuk Yerusalem

Demi Rayakan Paskah, Warga Kristen Gaza Menanti Izin Israel Masuk Yerusalem

Rayakan Paskah, Warga Kristen Gaza Menanti Izin Israel Masuk Yerusalem
KOMPAS.com/AFP/THOMAS COEX
Perayaan Jumat Agung Gereja Makam Kudus, di Kota Lama Yerusalem, Jumat (19/4/2019). 

Demi Rayakan Paskah, Warga Kristen Gaza Menanti Izin Israel Masuk Yerusalem

POS-KUPANG.COM | GAZA CITY - Otoritas pendudukan Isral menolak mengeluarkan izin perjalanan bagi ratusan orang Kristen Palestina dari Gaza yang berencana mengunjungi Yerusalem dan Betlehem selama masa Paskah.

Diwartakan Middle East Monitor, otoritas tidak mengeluarkan izin bagi mereka yang ingin mengunjungi Church of Navity atau Gereja Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem dan Gereja Makam Kudus di Yerusalem.

Diserang Harimau Sumatera, Wanita Ini Mengalami Luka Robek dan Tusukan di Punggung

Kelompok HAM Israel, Gisha, melaporkan adanya keluhan terhadap pendudukan Israel sehubungan dengan pembatasan saat warga setempat bepergian selama liburan Paskah Yahudi.

"Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kebebasan bergerak, beribadah, dan meikmati kehidupan keluarrga bagi orang Kristen di Gaza," demikian pernyataan Gisha.

Puluhan Petugas KPPS Meninggal, Beban Kerja Berlebih Mengancam Nyawa

Laporan The Guardian menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumya minoritas Kristen yang beranggotakan 1.100 orang di Gaza diberikan izin ke Yerusalem dan Tepi Barat pada Paskah dan Natal.

Namun, militer Israel pada pekan lalu hanya mengizinkan Israel hanya mengizinkan 200 orang Kristen dari Gaza yang berusia 55 tahun lebih untuk melakukan perjalanan ke Yordania saja.

Gisha menilai keputusan tersebut sebagai upaya untuk memperdalam pemisahan antara Gaza dan Tepi Barat.

"Sulit membayangkan, otoritas Israel akan punya waktu untuk memproses aplikasi izin individu, sementara kekurangan tenaga kerja selama Paskah," ujar Juru Bicara Gisha, Miriam Marmur.

"Bahkan jika ada izin yang tiba-tiba diumumkan, warga tidak punya waktu untuk mempersiapkan perjalanan atau mengajukan banding jika izinnya ditolak," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved