Turki Tangkap Dua Orang Diduga Mata-mata Uni Emirat Arab

Otoritas Turki Tangkap Dua Orang Diduga Mata-mata Uni Emirat Arab (UEA)

Turki Tangkap Dua Orang Diduga Mata-mata Uni Emirat Arab
KOMPAS.com/THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi mata-mata 

Otoritas Turki Tangkap Dua Orang Diduga Mata-mata Uni Emirat Arab (UEA)

POS-KUPANG.COM | ANKARA - Otoritas Turki dilaporkan telah menahan dua orang yang diduga merupakan agen intelijen yang bekerja untuk Uni Emirat Arab (UEA).

Ankara juga sedang menyelidiki ada tidaknya keterkaitan kedatangan salah satu dari dua mata-mata itu dengan kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Ulama Muda dan Santri di NTB Gelar Syukuran Kemenangan Jokowi-Maruf

Kedua orang yang ditangkap adalah pria dengan salah satunya tiba di Turki pada Oktober 2018, beberapa hari setelah terjadinya pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul.

"Kami sedang menyelidiki apakah kedatangan tersangka utama di Turki berkaitan dengan kasus pembunuhan Jamal Kashoggi," kata seorang pejabat senior Turki, pada Jumat (19/4/2019), seperti diberitakan Reuters.

Pemilu 2019, 4 Petugas KPPS Sulsel Meninggal Dunia

Pejabat itu menambahkan tersangka individu utama telah diawasi selama enam bulan terakhir. Sementara satu orang lainnya disebut datang untuk membantu meringankan beban kerja rekannya.

"Ada kemungkinan bahwa mereka berupaya mengumpulkan informasi tentang orang Arab, termasuk pembangkang politik, yang tinggal di Turki," lanjutnya.

Dilansir Middle East Monitor, penangkapan kedua terduga mata-mata tersebut dilakukan pada Senin (15/4/2019) lalu, sebagai bagian dari penyelidikan kontra-intelijen.

Otoritas Turki telah menyita komputer yang terenkripsi yang disimpan dalam laci tersembunyi di tempat yang disebut sumber sebagai markas mata-mata.

Sumber pejabat Turki itu, yang menolak diungkapkan identitasnya, mengatakan, pernyataan dari kedua orang yang ditahan menyebut bahwa misi intelijen mereka menargetkan mahasiswa dan orang-orang politik yang diasingkan.

Kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Khashoggi terjadi pada 2 Oktober tahun lalu dan telah memicu kecaman komunitas internasional.

Arab Saudi yang awalnya membantah, telah mengakui adanya pembunuhan di kantor konsulatnya di Istanbul dan telah menahan 11 orang tersangka. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved