Ribuan Umat Katolik di Penfui Timur Hadiri Kamis Putih

Muder Teresa dinobatkan sebagai Santa Teresa dari Kalkuta yang artinya orang suci yang rela membantu sesama manusia.

Ribuan Umat Katolik di Penfui Timur Hadiri Kamis Putih
AP
Motivasi Bunda Teresa membantu rakyat miskin India dipertanyakan oleh pemimpin Hindu. 

Ribuan Umat Katolik di Penfui Timur Hadiri Kamis Putih

POS-KUPANG.COM I PENFUI--Ribuan umat Katolik Stasi St. Kristoforus Matani, Desa Penfui Timur, khusuk merayakan Tri Hari Suci Kamis Putih atau malam pembasuhan kaki.

Tradisi pembasuhan kaki oleh Yesus Kristus atas 12 Rasulnya bermakna semua pengikut atau murid-murid Yesus harus berlomba untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan sesama.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (18/4/2019), perayaan ekaristi diikuti ribuan umat dipimpin Romo Theo Sila, Pr. Perayaan dimulai Pukul 18.00 wita dan berakhir Pukul 21.00 wita.

Pada perayaan ini, dilangsungkan pula pembasuhan kaki 12 orang perwakilan umat dari Wilayah V dan usai perayaan dilanjut dengan adorasi atau doa penghormatan terhadap Sakramen Maha Kudus.

Romo Theo dalam homilinya menekankan soal kasih yang dinyatakan dalam perbuatan.

Dirinya mencontohkan teladan yang ditunjukan Muder Teresa dari Kalkuta yang menunjukan kasih yang tulus pada kaum lemah. Muder Teresa rela menemui warga yang tidak diperhatikan oleh sesama manusia, membantu merawat.

Jadwal Jalan Salib Agung dan Misa Paskah di Paroki Santa Maria Assumpta Kupang

Umat Katolik Rayakakan Misa Kamis Putih di Kapela Nonohonis TTS

Ribuan Umat Hadiri Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki St. Yohanes Pemandi Naesleu

Kasih yang ditunjukan Muder Teresa ini mendapat simpatik dari semua umat di seluruh dunia sehingga ketika meninggal, Muder Teresa dinobatkan sebagai Santa Teresa dari Kalkuta yang artinya orang suci yang rela membantu sesama manusia.

Menurut Romo Theo, makna pembasuhan kaki oleh Yesus ketika masa itu menunjukan bahwa Dirinya rela merendahkan diri membasuh kaki para rasul, walaupun para rasulNYA tidak mengerti apa maksud dibalik itu.

Untuk diketahui,  ritual pembasuhan kaki adalah ritual dalam Perjanjian Baru. Bukan ibadah lahiriah yang dilakukan dengan simbol-simbol, bukan pula sekedar ritual atau kewajiban agama seperti dalam Perjanjian Lama.

Atau sekedar pamer kaki indah, mulus dan bersih saat dibasuh Pastor atau Pendeta atau Majelis.

Tetapi ritual pembasuhan kaki hakekatnya bermakna semua pengikut atau murid-murid Yesus harus berlomba untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan sesama.

Mengakui dosa dan mohon pengampunan kepada Tuhan, saling mengasihi satu dengan yang lain yang kesemuanya itu untuk membangun persekutuan pribadi dengan Allah. Itulah gaya hidup pengikut Kristus yang sejati. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved