Semana Santa

SEMANA SANTA: Korban Tragedi Selat Gonzalu Diperingati Peziarah di Pantai Kota

Tepat tanggal 18 April 2014, hari ini atau genap lima tahun yang lalu 12 peziarah laut tenggelam diamuk Selat Gonzalu, Larantuka,

SEMANA SANTA: Korban Tragedi Selat  Gonzalu Diperingati  Peziarah  di   Pantai  Kota
POS-KUPANG.COM/ EGINIUS MOA
Peziarah mengenang korban tragedi Gonzalu, Flores Timur 

Korban Tragedi Selat  Gonzalu Diperingati  Peziarah  di   Pantai  Kota       

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Tepat  tanggal   18  April   2014,  hari ini  atau genap  lima  tahun   yang lalu 12 peziarah laut  tenggelam  diamuk Selat Gonzalu,   Larantuka, Pulau  Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur   (NTT)  ketika mengikuti prosesi  laut Jumat  Agung.

Prosesi    itu mengantar Patung Tuan Meninu  dari  Pantai  Kota  di depan  Kepala  Tuan  Meninu,  Kelurahan Sarotari menuju ke Pantai Kuce di Kelurahan Pohon Sirih, Kecamatan Larantuka  mengarungi  Selat  Gonzalu.  

Puluhan sampan, perahu dan kapal  motor  dengan  ribuan  peziarah  ikut  dalam  ritual yang sangat  sakral kala itu.

Semana Santa, Ratusan Umat Katolik Ziarah ke Wureh Flores Timur

Umat di  Kapale    Tuan  Meninu, peziarah  dan sanak   famili korban  memperingati  musibah  lima  tahun silam. Sanak keluarga yang hadir larut dalam  kesedihan.  

Beberapa orang  wanita  berurai air mata  ketika  lilin menyala dan  bunga dilarung ke  laut  di  Selat    Gonzalu.

Musibah ini menewaskan Suster Epifani, CIJ  dari Biara CIJ Larantuka bersama 10 orang  yakni Maria   Nogo  Werang, Maria  Merlin, Lodovikus Antonio Pedro   Tukang, Nikolaus  Deba  Samaria Badin, Yeremias  Gaspar Satria   Tukan,  Donata Dewa  Wain, Anfonsus  Juang  Dokeng, Joseph Antonio  Videlis  Werang,  Mario  Kristian   Dewa Bethan  dan Andreas Kemolo Kleden.  Bahkan salah  seorang korban  belum  ditemukan sampai  kini.

Begini Pelaksanaan Pemilu Serentak di Larantuka yang Berbarengan dengan Semana Santa

Ritual  peringatan musibah ini dibuka  oleh  tua  adat  Kapela  Tuan Meninu, Anton Fernandez  sekaligus ucapan syukur dari  nelayan Lamalera di  Pulau  Lembata diawali dengan doa di dalam kapela. Selanjutnya  sanak  famili dan peziarah membawa  lilin dan  bunga dilarungkan ke laut. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved