Pilpres 2019

TPS Unik di Rutan Ahmad Dhani dan Artis VA, Ajak Pemilih Lupakan Masa Lalu

TPS Unik di Rutan Ahmad Dhani dan Artis VA, Ajak Pemilih Lupakan Masa Lalu

TPS Unik di Rutan Ahmad Dhani dan Artis VA, Ajak Pemilih Lupakan Masa Lalu
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
TPS Bui di dalam komplek Rutan Medaeng Sudoarjo 

TPS Unik di Rutan Ahmad Dhani dan Artis VA, Ajak Pemilih Lupakan Masa Lalu

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Satu dari 4 tempat pemungutan suara (TPS) di kompleks Rutan Kelas I Surabaya Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, mengangkat tema "Bui".

Di TPS tersebut, dua artis yang menghuni rutan, yakni artis VA dan musisi Ahmad Dhani, memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019.

Gubernur NTB: Siapapun Presiden Terpilih, Itulah yang Terbaik untuk Indonesia

Pantauan KOMPAS.com, TPS Bui dibangun di ruangan khusus di komplek Rutan Medaeng. Di ruangan tersebut ada pembatas berbahan kayu menyerupai jeruji besi. Beberapa sisi dinding ruangan terdapat gambar karikatur yang menggambarkan penyesalan seseorang yang berada di dalam penjara.

Semua petugas KPPS di TPS Bui mengenakan atribut tahanan bermotif hitam putih garis-garis dan mengenakan penutup kepala berwarna hitam.

Cerita Warga Mencoblos Pemilu 2019 di Tengah Banjir

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Susy Susilawati, TPS dengan tema bui sengaja dibuat di dalam kompleks Rutan Medaeng, selain mengandung unsur keunikan juga menyimpan pesan agar untuk pemilik narapidana agar melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

"Selain unik, juga agar penghuni Rutan melupakan masa lalu," kata Susy saat memantau pencoblosan di Rutan Medaeng, Rabu (17/4/2019).

Ada 4 TPS yang dibuka di komplek Rutan Medaeng, yakni TPS nomor 30, 31, 32, dan 33. Kata Susy, tidak semua penghuni Rutan Medaeng bisa mencoblos saat Pemilu 2019 kali ini.

"Dari 2.000 lebih yang ada, setelah diferivikasi administrasi oleh KPU Sidoarjo, hanya 504 yang bisa memilih," ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah berusaha memasukkan nama-nama penghuni Rutan kepada KPU Sidoarjo, namun setelah diferivikasi, sebagian besar data yang diserahkan tidak lolos.

"Ada identitas setelah dicek di daerahnya ternyata tidak ada dan permasalah administrasi lainnya," ucap Susy. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved