Pilpres 2019

TPS di Kabupaten TTU-NTT Kekurangan Surat Suara, Bawaslu Mengku Hanya Sebatas Koordinasi

Menanggapi kekurangan surat suara di sejumlah TPS yang ada di Kabupaten TTU, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Martinus Kolo menegasjan,

TPS di Kabupaten TTU-NTT Kekurangan Surat Suara, Bawaslu Mengku Hanya Sebatas Koordinasi
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Menanggapi kekurangan surat suara di sejumlah TPS yang ada di Kabupaten TTU, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Martinus Kolo menegasjan, pihaknya hanya sebatas melakukan koordinasi dengan pihak KPUD TTU.

Koordinasi antara Bawaslu dan KPUD TTU, jelas Martinus dalam rangka bagaimana kedua lembaga penyelenggara pemilu itu kemudian dapat memenuhi kekurangan surat suara di sejumlah TPS tersebut.

"Kita sebatas melaksanakan koordinasi dengan teman-teman KPU untuk memenuhi kekurangan -kekurangan yang ada," ungkap Martinus kepada Pos Kupang saat ditemui di TPS 02, Kelurahan Kefa Selatan, Rabu (17/4/2019).

BREAKING NEWS:  Di Maumere-Sikka-NTT, Januari  Gantung  Diri Dipuncak Pesta Demokrasi

Saat ini, kata Martinus, pihaknya hanya memikirkan bagaimana cara untuk dapat memenuhi kekurangan surat suara yang ada agar pemilih dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilih tahun 2019 ini.

"Untuk saat ini kita hanya berpikir untuk bagaimana hak pilih bagi para pemilih yang sudah hadir," jelasnya.

Berkaitan dengan belum lengkapnya surat suara, namun tetap diperbolehkan oleh KPU untuk melakukan pemungutan suara, jelas Martinus, hal itu tergantung dari kewenangan dari KPUD TTU.

"Kalau misalkan surat suara itu lengkap dan bisa jalan ya itu menjadi kewenangan teman-teman KPU. Intinya kalau misalnya ada kekurangan logistik harus dilengkapi," tegasnya.

Sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Gelar Dua Uji Coba

Berkaitan dengan keputusan mengenai apakah bisa dilanjutkan pemungutan suara meskipun ada beberapa surat suara dinyatakan belum lengkap, jelas Martinus, hal itu tergantung dari keputusan yang diambil oleh KPU.

"Ya Intinya kalau masih ada kekurangan logistik, maka harus dilengkapi. Sebenarnya tergantung dari teman-teman KPU apakah tunggu hadir dulu atau logistik yang ada mau tetap jalan ya itu menjadi kewenangan teman-teman KPU," terangnya.

Martinus menegaskan, Bawaslu Kabupaten TTU tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu, namun berkaitan dengan kekurangan tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu untuk dapat mencari jalan keluar. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved