Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan, Rabu 17 April 2019: "Jalankan Demokrasi dengan Damai"

Renungan Harian Kristen Protestan, Rabu 17 April 2019: "Jalankan Demokrasi dengan Damai"

Renungan Harian Kristen Protestan, Rabu 17 April 2019:
istimewa
Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA 

Renungan Harian Kristen Protestan, Rabu 17 April 2019

"Jalankan Demokrasi yang Damai, Bebas dan Jangan Intimidasi"

--

"Biarkan rakyat menentukan nasib dirinya dan bangsanya melalui pemilu damai, tanpa diliputi rasa takut, cemas dan ketakutan lainnya akibat intimidasi atau pengarahan opini yang bersifat sepihak. Kita tidak akan bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas, jika jualan kita hanya menciptakan ketakutan dan membenturkan antara pancasila dan khilafah, antara nasionalis dan sektarian, antara, partai A yang nasionalis dan partai B anti kebhinekan dan anti NKRI.

Jika cara berpolitik kita hanya ada pada taraf ini, maka kita belum berdemokrasi secara dewasa atau lebih tepat disebut demokrasi ke kanak-kanakan", demikian cuplikan pemikiran dari Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ketika diminta pendapatnya seusai membawakan materi teologi Politik dalam dalam pada acara Semiloka Pendidikan Politik GMIT yang diselenggarakan oleh  MS GMIT dibawa koordinasi Pdt. Obby Millu, STh, bagi Klasis-klasis se Rote Ndao, di Gereja Agape Oele, Klasis Rote Tengah, 9 dan 10 April 2019. 

Menurur Dr Mesakh Dethan para calon presiden, para caleg dan partai-partai yang  berpartisipasi dalam pemilu serentak  17 April 2019 telah memenuhi persyaratan perundangan Negara Kesatuan Repuplik Indonesia.

Dan mereka semua telah syah dan menyakinkan mengikuti pemilu tersebut.  Dan karena itu tidak boleh lagi upaya mendiskreditkan, upaya cuci otak dan membentuk opini masyarakat dengan menciptakan ketakutan-ketakutan yang bersifat ke kakanak-kanakan.

Itu seumpama anak-anak yang dilarang bermain di luar halaman rumahnya oleh orang tuanya, dengan ancaman kalau keluar dari halaman rumah nanti ada singa yang siap menerkam.

Selanjutnya menurut Doktor Perjanjian Baru lulusan Jerman ini kepada Pos Kupang, menegaskan hendaknya peranan gereja menjalakan tugas pastoralnya kepada semua pihak agar sampai pada hari pencoblosan 17 April 2019 semua pihak mampun menunjukan demokrasi politik yang dewasa dan mengajak para politisi untuk berpolitik secara santun dan jauh dari kecurangan dan money politics.

Partisipasi gereja dalam poltik pada satu pihak bukan saja mempersiapkan warganya untuk menjadi poltisi yang baik tetapi juga mempersiapkan rakyat untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggungjawab dalam politik tanpa rasa takut, tanpa intimidasi tetapi dalam suasana damai dan bebas. 

Halaman
1234
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved