Jokowi - Amin Unggul Sementara Di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Amin unggul telak dari pesaingnya, pasangan capres nomor urut 02, Prabowo- Sandy.

Jokowi - Amin Unggul Sementara Di Kabupaten Timor Tengah Selatan
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Suasana perhitungan suara di salah satu TPS kabupaten TTS 

Jokowi - Amin Unggul Sementara Di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE- Pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Amin unggul telak dari pesaingnya, pasangan capres nomor urut 02, Prabowo- Sandy.

Di TPS 04, 03, 02, Kelurahan Taubneno pasangan Jokowi-Amin unggul telak dari pesaingnya. Begitu pula di TPS 04 Kota Soe, TPS 06, TPS 02 Desa Kesetnana.

Pasangan Jokowi-Amin hanya kalah tipis di TPS 05 Desa Kesetnana dengan selisih 13 suara.

Pemilu di NTT - Ini Penilaian Bawaslu NTT

Misalnya, Di TPS IV Kelurahan Taubneno. Pasangan dengan nomor urut 1 ini meraih suara sebanyak 198 sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mwraih 16 suara dari total suara sah 214.

Hal yang sama juga terlihat di TPS 3 Kelurahan Taubneno. Pasangan nomor urut 01 meraih 227 suara sedangkan Nomor urut 02 hanya meraih 21 suara.

Di TPS 04, Kelurahan kota soe, pasangan nomor urut 01 meraih suara mutlak dengan 219 suara sedang Prabowo-Sandy meraih 16 suara.

Prabowo-Sandy hanya menang di TPS 05, Desa Kesetnana dengan meraih 98 suara sedang pasangan Jokowi-Amin meraih 83 suara.

Ketua KPPS, Bertolens Nenobais mengatakan, pasangan Jokowi-Amin menang telak di
TPS 02, Kelurahan Kesetnana.

Bawaslu TTS Temukan Ada TPS Yang Alami Kekurangan Surat Suara

Jokowi-Amin mendapatkan 127 suara sedangkan Prabowo-Sandi hanya meraih 23 suara.

Namun, Dirinya menyayangkan masih minimnya DPT yang hadir untuk menyalurkan hak suaranya karena adanya DPT yang tercecar dan adanya pemilih yang sudah mati tetapi terdaftar di DPT dan pemilih yang sudah lama pindah namun masih masuk DPT.

Oleh sebab itu, kedepan, dirinya berharap kepada KPU Kabupaten TTS agar lebih cermat dalam melakukan penataan DPT per TPS agar tidak ada lagi DPT yang tercecar.

" Ini orang sudah meninggal 4 atau 5 tahun lalu tetapi masih juga terdaftar di DPT. Ada lagi orang sudah lama pindah juga masih terdata di DPT. Anehnya, ada juga masyarakat yang ada di RT kami justru terdaftar di TPS lain. Ini KPU kerja bagaiman. Tolong yang model begini jangan ulang lagi," pintanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved