Cintai Budaya Sumba Timur, Petugas KPPS di TPS 17 Kenakan Pakian Adat Setempat

Mereka mengenakan pakian adat menggunakan kain tenun ikat Sumba baik petugas laki-laki maupun perempuan pada Pemilu Pileg

Cintai Budaya Sumba Timur, Petugas KPPS di TPS 17 Kenakan Pakian Adat Setempat
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Petugas KPPS di TPS 17 Kain tenun ikat Sumba Timur yang dipajangkan di TPS 17 Prailiu. 

Cintai Budaya Sumba Timur, Petugas KPPS di TPS 17 Kenakan Pakian Adat Setempat

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Unik para petugas KPPS di TPS 17 Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kota Kambera, Kabupaten Sumba Timur mengenakan pakian adat Sumba Timur.

Mereka mengenakan pakian adat menggunakan kain tenun ikat Sumba baik petugas laki-laki maupun perempuan pada Pemilu Pileg, Pilpres, dan DPD RI hari ini, Rabu (17/4/2019).

Di TPS 17 ini juga, petugas KPPS mendekorasikan lokasi TPS yang bertempat di Homestey Ama Tukang itu dengan puluhan kain tenun ikat khas Sumba Timur dengan motif yang berbeda-beda mulai dari gambar burung Garuda, mamuli, kuda, buaya, rusa, kala jengking, ayam, monyet, dan sejumlah gambar motif lain corak Sumba Timur.

125 Warga Rutan Soe Salurkan Hak Pilihan

Persela Liburkan Latihan agar Pemain Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Nyoblos, Ibu Presiden Jokowi Minta Doa Restu

Lokasi TPS ini juga bukan hanya unik, tetapi boleh dibilang TPS yang mungkin termahal di Indonesia. Pasalnya kain-kain tenun ikat khas Sumba Timur yang didekorasikan di lokasi TPS itu dengan harga dari 3 juta hingga mencapai 80 juta rupiah perlembar. Dekorasi di TPS dengan membaluti kain tenun ikat Sumba Timur itu kerja sama KPPS dengan sanggar Rambu Chiko.

Adapun dinding, meja, tiang-tiang pada TPS itu semua dibaluti dengan kain tenun Sumba Timur dan selendang.

Ketua KPPS 17 RT 013 Kelurahan Prailiu Agustinus Tonga Retang kepada Wartawan, Rabu (17/4/2019) mengatakan dekorasi itu sengaja dibuat petugas KPPS bekerja sama dengan Sanggar Rambu Chiko untuk menarik para pemilih untuk terlibat memilih agar tidak golput.

Selain itu, Kata dia, dekorasi dengan dipajangnya kain tenun ikat itu sebagai bentuk promosikan kain tenun ikat Sumba Timur agar bisa terkenal dan dengan harapanya agar ada yang bisa membelinya. Begitu juga mereka meneganakan pakian tenun ikat Sumba sebagai bentuk cinta terhadap budaya.

"Jadi dipajangnya kain tenun ikat ini selain karena Pemilu, tetapi juga ini juga merupakan sentral kain tenun ikat sehingga melalui moment ini juga kita promosikan kain tenun ikat Sumba Timur ini. Harapan ya ada yang beli, tapi kalau untuk datang selfie saja silahkan kita terbuka yang penting Pemilu sukses. Sedangkan kita kenakan kain tenun Sumba Timur ini juga sebagai bentuk kita cinta budaya,"tandas Agustinus.

Agustinus juga mengatakan, kain yang dipajangkan pada TPS ini dengan harga termahal 80 juta dan terendah harga 3 juta perlembar.

"Kalau dihitung bajetnya seperti kita ikut pameran di luar daerah bisa sampai 1,8 miliyar rupiah. Kita dekorasi dengan pajangnya kain ini kerja sama petugas KPPS dengan pemilik kain Sanggar Rambu Chiko,"pungkas Agustinus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved