BREAKING NEWS: 5 Warga Ende Meninggal Dunia Terkena Penyakit DBD

5 Warga Kabupaten Ende Meninggal Dunia Terkena Penyakit Deman Berdarah Dengue ( DBD)

BREAKING NEWS: 5 Warga Ende Meninggal Dunia Terkena Penyakit DBD
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Ahmad Gulung, Kabid P2P Dinkes Ende 

5 Warga Kabupaten Ende Meninggal Dunia Terkena Penyakit Deman Berdarah Dengue ( DBD)

POS-KUPANG.COM | ENDE - Selama tahun 2019 tercatat sudah 5 warga masyarakat Kabupaten Ende yang meninggal karena terserang penyakit deman berdarah dangue (DBD) masing-masing pada Bulan Januari 1 orang dan Februari 2 orang serta Maret 1 dan April 1 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Ahmad Gulung mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (17/4/2019) di Ende.

Saat Berfoto, Gadis Ini Tewas Setelah Jatuh dari Ketinggian 30 Meter

Ahmad mengatakan bahwa jika melihat perbandingan kasus korban deman berdarah di Kabupaten Ende di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 lalu terjadi peningkatan kasus karena pada tahun 2018 tidak ada korban yang sampai meninggal dunia meskipun saat itu ada juga yang terkena penyakit DBD.

Quick Count Kompas Data 50,1 Persen: Jokowi-Maruf 55,17 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,83 Persen

Ahmad mengatakan bahwa kasus DBD terjadi di hampir semua daerah dalam wilayah Flores karena adanya perubahan cuaca secara global sehingga terjadi peningkatan kasus.

Oleh karena itu pihaknya berharap adanya peran serta dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal sehingga tidak menjadi korban dari penyakit DBD.

Hal yang paling sederhana guna menghindari diri dari penyakit DBD adalah selalu membersihkan tempat panampungan air minimal seminggu sekali juga menutup rapat tempat penampungan air juga mengubur kaleng-kaleng bekas agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebar penyakit DBD.

"Dalam pantuan kami masih terlihat ada warga yang enggan mengubur batok kelapa sehingga ketika hujan datang air hujan tertampung di batok kelapa sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan meskipun tercatat sudah ada 5 warga masyarakat Kabupaten Ende yang meninggal korban dari penyakit DBD namun secara umum Kabupaten Ende belum menaikan status menjadi kejadian luar biasa (KLB).

"Kalau untuk statusnya belum dinaikan menjadi kejadian luar biasa," kata Ahmad.

Ahmad Gulung mengatakan bahwa secara umum kasus deman berdarah di Kabupaten Ende selama kurun waktu tahun 2019 terjadi 152 kasus dengan lima orang korban meninggal dunia masing-masing di Bulan Januari sebanyak 72 kasus dengan satu kasus meninggal dunia serta Bulan Februari 41 kasus dengan dua orang meninggal dunia serta Bulan Maret 34 kasus dengan satu orang meninggal dunia dan Bulan April sebanyak 54 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.

Ahmad mengatakan dengan melihat kasus yang terjadi menunjukan bahwa kasus deman berdarah di Kabupaten Ende mengalami peningkatan yang cukup siginifikan dibandingkan dengan tahun 2018 yang selama setahun hanya mencapai 50 orang dan tidak ada yang meninggal dunia.

Sedangkan di tahun 2019 baru memasuki bulan April tercatat sudah terjadi 152 kasus dengan lima orang meninggal dunia.

Ahmad mengatakan dalam menghadapi serangan penyakit DBD yang terus terjadi di Kabupaten Ende, Dinas Kesehatan selain menyiapkan obat-obatan juga melakukan pembagian abate juga fogging fokus pada daerah-daerah yang terkena penyakit DBD.

Sejauh ini baik obat maupun foging mencukupi dan diharapkan juga kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi korban dari penyakit DBD. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved