Keributan Pemilik Lahan Bendungan Napung Gete, Pegawai  NK dan  Satpol PP  Sikka Kena Batu

Anggota Satpol PP Sikka terkena lemparan batu di kaki kiri dan karyawan PT Nindia Karya (NK) yang mendampingi PPK Tanah Balai Wilayah Sun

Keributan Pemilik Lahan Bendungan Napung Gete, Pegawai  NK dan  Satpol PP  Sikka Kena Batu
FOTO/HUMAS POLRES  SIKKA
Tenda-tenda  dibangun pemilik lahan Bendungan Napung Gete  di  Desa llin Medo, Kecamatan Waiblama,  Kabupaten  Sikka,Pulau  Flores,  Kamis  (11/4/2019). 

Laporan Wartawan  Pos-kupang.com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Keributan yang  dilakukan pemilik lahan  Bendungan Napung Gete (BNG) di  Desa  Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten  Sikka,  Pulau  Flores,  Propinsi Nusa Tenggara Timur   (NTT),  Senin  (15/4/2019)   pukul 15.00  Wita, tak hanya melempari  kaca mobil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang   (PUPR)  Sikka,Tommy  Lameng.

 Anggota  Satpol  PP  Sikka   terkena  lemparan batu di kaki kiri  dan karyawan  PT Nindia Karya   (NK)  yang mendampingi PPK Bendungan Napung Gete  Balai Wilayah  Sungai  (BWS)  Kupang pun terkena  lemparan di pinggang.

Kepala  Bagian Humas  dan Protokol Setda Sikka, Even  Edomeko,  S.Fil, menjelaskan  keributan itu  terjadi  usai  pertemuan   Tim  Pemkab  Sikka dan  PPK   Tanah BWS  Kupang,  Achmad Soehono,S.T.M.T, menjelaksan proses  adminitrasi   pencairan uang  ganti rugi.  

Mediasi ini juga sekaligus  minta pemilik lahan tidak  memblokir akses jalan dilakukan sejak  Kamis (11/4/2019).

Dialog  dimulai pukul 11.00  Wita sampai pukul 15.00  Wita   tidak mencapai  kesepakatan.  Penjelasan  oleh PPK Bendungan NapungGete, Achmad Soehnono dan  tim Pemkab Sikka  tidak  diterima pemilik  lahan   yang menuntut  dana  Rp  40 miliar dibayar  hari  itu juga.

“Dialog   buntu,   Ketua tim Pemkab Sikka, Yosef Benyamin, S.H, memerintahkan  Satpol PP  membongkar  blokade    yang dipasang diatas  tanah milik Pemda,”  tulis  Even.

Saat dibongkar  itu, tulis Even,  pemilik  lahan melontarkan kata-kata kasar dan melempari anggota  Satpol PP dan tim  Pemkab  Sikka dengan batu.  Tim  Pemkab   meninggalkan  lokasi ini.

BREAKINGNEWS- Timses Caleg Parpol di Nagekeo Ditangkap Warga terkait Dugaan Money Politics

Even  menjelaskan,  mediasi ini untuk meminta  pemilik lahan  membuka sendiri blokade. Sebab  tanah di pintu  masuk  proyek sampai ‘basecamp’ serta  lahan yang sedang dibangun proyek sudah lunas dibayar Pemkab  Sikka  Rp 18 miliar

Sisa  lahan yang belum dibayar  142 hektar dari 198  bidang    senilai  Rp 40  miliar  lebih   bersumber  dari dana APBN.  Lahan yang  belum dibebaskan  dan  masih digarap pemiliknya akan menjadi   wilayah genangan bendung ketika   proyek selesai  tahun 2020. *)

 

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved