Bupati TTU Batalkan Pembagian SK Kepada Para CPNS. Ini Alasannya

Bupati TTU, Raymundus Fernandes S.Pt memutuskan untuk membatalkan pembagian Surat Keputusan (SK) pengangkatan 80 persen kepada para ASN

Bupati TTU Batalkan Pembagian SK Kepada Para CPNS. Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/ THOMAS MBENU NULANGI
ASN Kabupaten Timor Tengah Utara 

Bupati TTU Batalkan Pembagian SK Kepada Para CPNS. Ini Alasannya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Bupati TTU, Raymundus Fernandes S.Pt memutuskan untuk membatalkan pembagian Surat Keputusan (SK) pengangkatan 80 persen kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru di daerah setempat.

Pasalnya, Bupati Raymundus menilai para ASN baru tersebut belum siap menjadi seorang abdi negara yang baik. Oleh karena itu harus disiapkan mental terlebih dahulu untuk mengalami dunia birokrasi itu seperti apa.

"Mereka harus siapkan mental dulu untuk mengalami dunia birokrasi itu seperti apa," ungkap Raymundus kepada Pos Kupang di Kantor Bupati TTU, Selasa (16/4/2019).

Sekda NTT Minta CPNSD Jaga Sikap dan Perilaku yang Baik

Raymundus menceritakan, sebelumnya, saat memberikan sambutan, dirinya menanyakan kepada para ASN apakah mereka sudah membaca PP Nomor 53 atau belum. Pada saat itu hanya satu orang ASN yang mengacungkan tangannya.

Lanjut Raymundus, dirinya kemudian menanyakan kepada ASN yang bersangkutan apakah sudah mengetahui isi dari PP 53 tersebut, tentang kewajiban dan larangan yang ada dalam peraturan tersebut. Pada saat itu, yang lain yang tadinya tidak mengacungkan tangan kemudian secara serentak menggatakan sudah mengetahui isinya.

Menurut Raymundus, dengan jawaban dari para ASN tersebut, maka para ASN tersebut dinilai berbohong, karena meskipun tidak membaca PP 53 tersebut namun mengetahui isinya. Padahal, kata Raymundus, seorang ASN tidak boleh berbohong, dan seorang ASN yang baik harus berkata jujur apa adanya.

"Ini kan menipu. Berbohong, sehingga biar dulu. Disiapkan mentalnya baik-baik, untuk berkata jujur, sehingga kalau itu betul harus jujur, berkata jujur," ungkapnya.

Bupati Stef Tegaskan kepada Sekda agar CPNS Tidak Boleh Pindah dari Malaka

Raymundus menambahkan, menjadi seorang ASN harus dapat membedakan antara yang hitam dan putih. Dengan membedakan antara ynag hitam dan yang putih, maka ASN dapat bekerja dengan baik dan benar.

Raymundus mengungkapkan, pemerintah Kabupaten TTU akan menyiapkan tim terpadu yang melibatkan Bapekdiklat, Pol PP, Polisi, dan TNI untuk menyiapkan mental dan fisik bagi para ASN, sehingga selalu siap dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

"Negara membayar mereka inikan, orang harus sehat fisik, jasmani kan, kalau tidak sehat, negara rugi dong. Kan begitu," terangnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved